Revolusikan Rasa Suka Menjadi Rasa Cinta


Kalau ada orang yang bilang tentang SUKA maka jangan sekali-kali meremehkan satu kata dengan dua pengucapan tersebut SU dan KA. Bisa jadi kata tersebutlah yang memulai seseorang mengeerti akan indahnya cinta -cie cie-.

Saya suka maka saya bisa adalah kalimat yang kerap di gunakan oleh para pemakai seragam putih abu abu (SMA) maupun putih biru biru (SMP) maupun putih merah merah (SD) untuk memberi alasan kenapa pelajaran bahasa indonesia lebih banyak mendapat nilai dari pada pelajaran matematika, ya itu tadi karena SUKA.

Seorang pekerja kantoran sangat bersemangat untuk berangkat kerja pagi-pagi setiap hari lantaran dia suka dengan pekerjaannya, begitupun dengan anak muda yang sedang kasmaran, setiap hari datang keapada kekasih pujaannya lantaran dia juga suka. Suka menurutku adalah titik terenndah dan awal dari rasa cinta, yang karena suka orang terkadang membela untuk meraihnya.

Seperti Mas Trigus menulis didalam blog ini juga lantaran suka, kalau tidak percaya cobalah untuk bertanya kepada para Mastah Blogger tentang perasaanya terhadap Blog yang telah mereka tekuni. Mereka suka dan lama-lama menjadi cinta.

Lalu untuk apa melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kita suka, bekerja kantoran atau apapun jenis pekerjaan itu jika tidak suka saya pastikan tidak bertahan lama, sifatnya hanya sementara, mungkin sebulan dua bulan masih semanagt untuk bekerja, lebih dari pada itu yang tersisa hanyalah uring-uringan, tidak fokus dan akhirnya terlena dengan yang lain.

Namun karena didunia ini masih berlaku hukum Low of Atraction (apaan ya?) maka jika suka tidak dijaga dengan baik, lambat laun akan menjadi tidak suka. Nah kan suka bukan sifat yang mutlak untuk terus bisa dirasakan, ternyata suka mempunyai masa kadaluarsa dan terkadang tidak bertahan lama.

Rasa suka akan bertahan lama jika sudah berevolusi menjadi cinta, suka itu ketika pandangan pertama dan untuk mempertahankan suka pada pandangan berikutnya seseorang perlu mengupgrade rasa suka menjadi rasa cinta. Jangan salah sangka kawan, Cinta pada pandangan pertama itu tidak ada, saya pastikan tidak ada. Karena cinta tidak bisa diukur dengan masa, cinta tidak bisa di bingkai dalam kotak kotak perasaan yang kadang hilang dan kadang muncul, kalau sifatnya masih seperti itu berarti itu adalah rasa suka.

Maka tak ayal banyak orang kehilangan rasa suka terhadap sesuatu lantaran persoalaan tertentu, contoh kasus, cinta monyet (kisah percintaannya kaum muda berpakaian putih biru biru) seorang remaja baru gede kandas hanya karena sang pacar tidak mau diicum (ya elah), kalau ada yang menyebutnya ini cinta, pasti orang itu tidak tau menau tentang kedalaman hakekat perasaan, bener kan?

Cinta itu lebih mutlak dari pada rasa suka, sifatnya yang tahan banting terhadap benturan gelombang persoalan menjadikan cinta tidak bisa di pegang hanya dengan satu kejadian (tatapan mata misalnya), merevolusikan Rasa Suka Menjadi Rasa Cinta memang berat, butuh waktu lama dan kesabaran yang tidak terbatas, perjuangan menuju cinta hanya bisa di lalui oleh orang orang yang mengerti hakekat perasaan, meskipun sangat berat namun ketahuilah, jika seseorang telah dihinggapi rasa cinta, dia akan menjadi manusia paling bahagia didunia.


Disqus Comments