Fakta Bahwa Kabupaten Trenggalek Tidak Miskin

Wisata Kabupaten Trenggalek

Namanya Kabupaten Trenggalek, kota dimana Mas Minak Sopal pernah berkuasa dan berhasil membangun peradaban lewat bendungan  Mbagong yang digunakan sebagai kontrol irigasi pertanian waktu itu, kota dimana seluruh potensi kekayaan alam berada, dari potensi wisata dan juga potensi sumber daya alam lainnya, Berada paling selatan indonesia yang ditandai dengan adanya teluk Perigi (Prigi) sebagai batas peradaban di kabupaten Trenggalek sebelah selatan, dari sinilah secercah kisah kebanggaan saya akan dimulai, menyibak bahwa Kabupaten Trenggalek bukanlah kabupaten miskin dan tertinggal seperti tertinggal nya pembangunan di kota kecil ini.

Ayo kita berbicara mengenai wisata, sebagai pemuda yang terlahir di Trenggalek, saya merasa mempunyai kewajiban untuk ikut mengenalkan potensi wisata kepada kalayak ramai. Saya ambil potensi wisata nya karena inilah yang paling kelihatan untuk dinikmati langsung sekaligus diulas lebih mendalam agar masyarakat luas menjadi tau, kalau membicarakan potensi yang lain seperti kandungan emas, kandungan minyak, kandungan batu bara, keanekaragaman batu akik, budaya lokal, dan potensi yang lain itu urusan nanti, yang terpenting saat ini adalah bagaimana potensi wisata di Trenggalek ini bisa dieksplorasi agar menjadi destinasi wisata bagi para turis, bukan hanya tujuan alternatif, namun tujuan utama.

TAHUKAH KAMU BAHWA TRENGGALEK KAYA DENGAN POTENSI WISATA?
Selama kita tidak pernah menghitung jumlah tujuan wisata di daerah kita ini, selama itu pula kita tidak akan pernah sadar akan potensi wisata sendiri, apakah kamu tahu berapa jumlah tujuan wisata yang ada di kabupaten Trenggalek? yuk bantu saya untuk menyebutkannya satu persatu!
  1. Goa Lowo (Watulimo)
  2. Pantai Prigi (Watulimo)
  3. Pantai Pasir Putih (Watulimo)
  4. Pantai Karanggongso (Watulimo)
  5. Pantai Simbaronce (Watulimo)
  6. Pantai Ndamas (Watulimo)
  7. Pantai Cengkrong (Watulimo)
  8. Jembatan Galau Cengkrong (Watulimo)
  9. Pantai Blado (Munjungan)
  10. Pantai Ngadipuro (Munjungan)
  11. Pantai Ngulungwetan (Munjungan)
  12. Pantai Ngampiran (Munjungan)
  13. Pantai Pelang (Panggul)
  14. Pantai Taman Kili-kili (Panggul)
  15. Pantai Konang (Panggul)
Sementara masih saya sebutkan 15 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek, itupun masih sebatas wisata yang masuk dalam kategori wisata bahari, belum wisata-wisata lain yang jika diteliti lebih lanjut ada sekitar 50 destinasi wisata yang ada di Trenggalek. Makanya pemuda Trenggalek harusnya bangga telah terlahir di Trenggalek, sebagai ahli waris kebudayaan dan SDM sudah selayaknya kita ikut menjaga kelestarian alam yang ada disini.

BANYAK DESTINASI WISATA TAPI KOK MASIH SEPI?
Kalau boleh saya bilang, kekayaan alam yang ada di trenggalek ini sebenarnya masih sangat alami, belum banyak tersentuh oleh tangan-tangan jahil, meskipun hutan terus digunduli, namun sejatinya untuk wilayah yang berada disekitar lokasi wisata masih bisa dikatakan alami, belum banyak tercemar limbah. Nah kalau untuk menjawab sepinya wisata di trenggalek, itu masalah yang sangat komplek, tidak bisa dijawab hanya dari satu sudut pandang saja.

Seberapa besar pembangunan yang diberikan pemerintah untuk potensi wisata? boro boro pembangunan wisata, akses jalan menuju kesana saja masih belum bisa dikatakan layak untuk skala nasional, maaf ya sobat, jalan menuju wisata di trenggalek masih banyak lubangnya, jalannya masih agak sempit. Kalau banyak tikungan itu bukan lah masalah utama, malah bisa menambah kecantikan akses jalan menuju wisata, namun untuk jalan yang masih banyak berlubang, memang tidak pernah senikmat lubang berjalan, hehehe.

Menurut saya nih, agar destinasi wisata bisa go nasional bahkan go internasional, ada 3 perkara yang perlu diperhatikan oleh semua elemen masyarakat yang ada di Trenggalek. sudut padang inilah yang saya maksud. perkara perkara itu adalah
  1. Pembangunan infrastruktur
    Sangat jelas sekali jika infrastruktur adalah penopang utama agar destinasi wisata bisa go nasional bahkan internasional, pembangunan akses jalan, mendirikan hotel mewah, pembangunan pasar modern, tempat tempat outbound seperti waterbom dan lain lain. Pembangunan bukan berarti harus merusak area sekitar wisata, namun membentuknya agar lebih indah lagi supaya turis mau datang dan bisa betah berlama-lama, setelah infrastruktur telah dibangun, selanjutnya menumbuhkan;
  2. Eksistensi Produk Lokal beserta sikap masyarakat di sekitar lokasi wisata,
    Kearifan lokal bisa menjadi faktor penunjang untuk menarik minat wisatawan datang ke lokasi wisata kita, keramahan penduduk, life style penduduk lokal dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menciptakan suasana wisata yang kondusif dan aman, produk produk lokal yang dikemas dengan wajah tradisional namun kesannya modern dan mewah, sekaligus turut serta menjaga kelestarian wisata. Nah kalau semua sudah saling bergandeng tangan menciptakan suasana yang nyaman antara masyarakat dan pemerintah demi menarik wisatawan, selanjutnya adalah mengadakan;
  3. Event Skala Nasional dan Internasional
    Infrastruktur sudah oke, penduduk beserta produk lokalnya juga sudah support penuh sekarang waktunya mengadakan event skala nasional dan internasional, yang harus berperan penuh tentunya pemuda pemuda yang ada di Trenggalek, bagaimana caranya menarik wisatawan agar semakin ngebet berkunjung ke Trenggalek ini, Karnaval skala nasional, pameran kebudayaam trenggalek yang dikemas dengan wajah modern namun sesuai kearifan lokal, jelajah destinasi wisata skala nasional, motorcroos skala internasional, dan event-event lainnya yang pastinya mampu menarik wisatawan untuk datang ke Trenggalek.
Ketiga perkara yang saya jelaskan diatas sudah sesuai dengan pemikiran Konsultan Ahli Wisata Dari Belanda yang beberapa waktu lalu menjadi pembicara dalam FGD (Focus Group Discussion) di Kantor Bapeda Kabupaten Trenggalek. Jika ketiganya sudah dijalankan, maka karcis karcis yang berseliweran di akses pintu masuk wisata tidak perlu lagi dijalankan, kenapa bisa begitu? karena pajak yang dikeluarkan wisatawan jauh lebih besar ketimbang karcis karcis yang terkadang nakal dan membuat uring-uringan para pendatang itu. 

Kembali pada kelima belas potensi wisata yang ada diatas, kalau saja potensi potensi wisata tersebut bisa diolah menjadi destinasi utama bagi para wisatawan, tentunya masyarakat akan mendapatkan keuntungan besar, masalah akan tetap ada, tapi kalau dasarnya sudah tidak niat untuk membangun, ya sampai kapanpun tidak akan pernah makmur. Perlu kalian ketahui Kabupaten Pacitan sudah menjadi wisata tujuan utama bagi para turis international, dan trenggalek adalah alternatif kedua setelah dari sana, sampai kapan kita mau begini? semoga saja pada pemilihan bupati kedepan, Trenggalek mendapatkan pemimpin yang benar benar bisa membangun Trenggalek menjadi pusat peradaban seperti dulu kala. dan jangan sebaliknya, pemimpin yang buruk dipilih oleh masyarakat yang buruk

Disqus Comments