Jonru Benar, Seharusnya Kita Malu Sama Jonru

Anti arab apa anti islam?

Masih ingat dengan tuan Jonru, orang yang pernah di bully hampir seluruh rakyat negeri indonesia pada waktu musim pemilihan presiden kemarin, orang yang namanya mau dimasukkan kedalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan arti pendusta, pembohong atau diqiaskan sebagai orang yang kata katanya tidak bisa dipercaya. Orang yang penuh kontroversial dengan kritik-kritik nya, orang yang mempunyai ilmu mengkritik dengan kritikan pedas bahkan pedasnya berlevel level, Ya dia adalah tuan Jonru, orang yang kini membuat saya begitu malu hanya dengan membaca tulisannya yang dimuat di media islampos.com berjudul Kamu AntiArab atau AntiIslam?

Dalam tulisan tersebut TUAN JONRU: bertanya kamu itu, (iya kamu yang sedang membaca artikel ini) anti arab atau anti islam? SAYA heran sama orang yang antiArab. Alasannya apa? Kalau alasannya, “Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia,” berarti kita juga harus antiAmerika, antiKorea, antiIndia, antiAustralia, antiChina, dan sebagainya.

Kalau alasannya, “Arab menjajah Indonesia dengan tameng penyebarluasan agama,” maka sungguh lucu! Karena justru orang-orang Eropa yang TERBUKTI menjajah Indonesia sambil membawa agama Kristen. Sedangkan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan secara damai, bukan lewat penjajahan.

Sampai disini saya sudah mulai komat kamit menahan malu (ingah-ingih) karena dalam banyak perdebatan, saya mulai terpengaruh sama orang-orang yang kerap sekali mengatakan gamis seperti layangan itu, terpengaruh sama orang-orang yang suka mendiskritkan jenggot yang memang jelas sebagai sunnah Rosul, sama orang yang suka membuat pendirian saya terombang ambing lantaran kerap mendengar celoteh "Kita ini indonesia, bukan arab". Gusti Allah. Mohon mantabkanlah hati ku.

TUAN JONRU: Kaubilang, “Ini Indonesia, bukan Arab. Tak perlu pakai istilah akh, antum, syukran, jazakallah, abi, umi, dan seterusnya t.”

Padahal saat merayu pacarmu, kamu berkata, “I Love you. I miss you.” Saat patah hati, kamu berkata, “Gue gagal move on, nih.”

Hm… itu bahasa Indonesia atau bukan, ya?

Kau terlihat sangat antiArab dengan alasan “Kita harus cinta pada budaya Indonesia.” Padahal di saat yang sama kamu membela ajang Miss World, yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia.

Iya Tuan Jonru, ente benar sekali, air mataku tidak bisa dibendung lagi, meskipun saya sedang duduk sendiri tapi rasa malu yang kuterima dari kritikan Tuan Jonru sungguh membuat ku tidak bisa menahan tangis, ente benar tuan, tanpa kita sadari apa yang kita ucapkan lebih banyak mengadopsi dari pada negara yang kita bilang anti dengannya namun selalu melihat film film Hollywod (soalnya keren-keren), aku sendiri lebih sering mengucapkan "i love you" kepada istri ketimbang mengucapkan "ana ukhibuka" atau "aku tresno kowe" atau "aku cinta padamu" ya ampun, betapa saya telah terpengaruh kaum rasional itu, padahal otak mereka pun kosong.

TUAN JONRU: Orang yang suka lagu nasyid berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, “Itu bukan dari Indonesia.” Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika. Kamu mungkin lupa: Nama-nama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu itu berasal dari bahasa Arab.  Istilah musyawarah dan adab juga dari bahasa Arab. Banyak sekali istilah bahasa Arab yang kini diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ternyata sering kamu pakai, dan kamu menyukainya!

Bahkan kalau kamu belajar sejarah Bahasa Indonesia, kamu akan KAGET DAN SHOCKED, karena ternyata bahasa Arab memiliki pengaruh yang SANGAT KUAT terhadap bahasa Indonesia. Kamu mungkin belum tahu, bahwa struktur bahasa Indonesia dan Arab itu PERSIS SAMA. Saking sama-nya, kita bisa dengan mudah melakukan penerjemahan kata demi kata. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan terhadap bahasa lain. Coba kamu terjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan sistem terjemahan per-kata. Bisa? Dijamin tak bisa. Karena pasti hasil terjemahannya akan sangat ngaco. Tapi bahasa Arab BISA. Itulah salah satu bukti bahwa bahasa Indonesia dan Arab punya hubungan yang sangat erat. 

Kalau kamu mencela Islam sebagai agama dari Arab, bukan dari Indonesia, hei… apa kamu lupa bahwa Kristen, Hindu dan Budha pun bukan dari Indonesia. Agama asli Indonesia adalah ANIMISME. Lupa, ya? Jadi kenapa harus antiArab? Jangan-jangan kamu sebenarnya antiIslam, bukan antiArab

Sampai disini saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya diam membisu seribu bahasa, sekali lagi Tuan Jonru Benar, kita sering kali berat sebelah dalam memutuskan benar dan salah, kita sering mengambil keputusan benar ketika hal itu menguntungkan bagi kita dan kerap berkata salah jika tidak menguntungkan bagi kita, Hong fe Hong pernah berkata, kebenaran yang dihasilkan oleh manusia sama sekali tidak memiliki nilai mutlak kebenaran sejati, begitupun juga dengan kesalahan. manusia sering berbuat dan berpikir berat sebelah, mereka selalu memutuskan untung rugi ketika menghadapi perkara yang akan diputuskan.

Nah saya aja malu sama Tuan Jonru, seharusnya kamu yang sering bilang gamis seperti layang-layang sekarang pada ngaca, mumpung bulan Ramadhan, banyak ampunan. Kagak usah pakai alasan lagi, lebih baik diam, supaya Tuan Jonru tidak menambah lagi kritikan-nya kepada orang-orang sekuler. 

Disqus Comments