Khasiat Budi Daya Semut Jepang Mas Trigus


Budi Daya Semut Jepang yang saya lakukan ini sebenarnya tidak saya niati, karena pertama kali melihat dan mengetahui semut jepang ini dari tetangga sebelah rumah yang kebetulan juga masih saudara, saya merasa geli dan penasaran ketika melihat binatang kecil, hitam didalam toples dengan jumlah ribuan ekor. Saya mencoba mendekatinya, wah memang benar ini adalah makluk bernyawa, sontak saya langsung bertanya kepada saudaraku itu, eh ini apa to buk? dia menjawab SEMUT JEPANG. Semut jepang?

Dalam pemahaman saya selama ini, hewan yang disebut semut itu bentuknya tidaklah seperti itu, senut selalu mempunyai antena dikepalanya, memiliki kaki lebih panjang dan mempunyai perutbesar yang hanya disambungkan dengan tubuh kecil. Bukan seperti bentuk semut jepang ini, menurutku sangat jauh berbeda dan tidak layak apabila hewan seperti gambar diatas disebut sebagai semut jepang.

Karena masih penasaran dengan kebenaran hewan ini sayapun langsung mencari beberapa referensi dari google search, alhamdulillah saya menemukan situs yang niche nya tentang semut jepang, didalam situs tersebut dijelaskan bahwa Semut Jepang itu salah satu jenis serangga dalam keluarga spesies dari sekelompok serangga kecil anggota Marga Tenebrio dan Tribolium (Ordo Coleoptera). Nah bener kan apa yang saya bilang, sebenarnya agak tidak pantas jika disebut semut jepang.

Nah, istilah Semut Jepang yang di berikan kepada serangga keceil ini sebenarnya hanyalah sebutan saja supaya lebih mudah diingat ketika ingin diceritakan ke orang lain, dari beberapa sumber yang saya caripun belum ada yang berani memastikan asal muasal semut jepang ini. Ciri ciri semut jepang seperti yang disebutkan oleh situs semut-jepang.com adalah:
  • Berbadan Keras bukan lunak seperti semut umumnya. (Seperti Kutu Beras lah!).
  • Memiliki 3 pasang kaki dan sepasang antena pada tubuhnya.
  • Memiliki 4 fase perubahan fisik dari telur hingga dewasa.
  • Bersayap tetapi tidak dapat terbang. (Sayap seperti kumbang).
  • Hidup berkelompok (Koloni).
  • Suka bereproduksi
  • Tidak Agresif (Kecuali jika terkena sinar matahari).
  • Bukan hewan kanibal
Kalau sudah ada referensi begini saya kan menjadi mantab untuk lebih mengenal semut jepang (anggap saja semut meskipun bukan semut), akhirnya saya kembali bertanya kepada saudara saya itu, 

APA SIH KEGUNAAN SEMUT JEPANG?

Lebih lanjut lagi saudara saya mengatakan kalau semut jepang bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, seperti kencing manig, sakit pinggang, memulihkan stamina dan lain-lain pokoknya banyak deh dia menyebutkan. 

Saya kaget lagi nih (agak lebay) wah benarkah hewan sekecil itu bisa membantu untuk menyembuhkan penyakit, apalagi jenis penyakit yang lumayan sulit untuk diobati, dengan sedikit tidak percaya saya kembali mencari referensi, dengan kata kunci "manfaat semut jepang" alhamdulilah sudah banyak sekali yang memabahasnya, dan kebetulan saya masih tertarik dengan situs www.semut-jepang.com didalam artikel itu dijelaskan bahwa semut jepang dapat mengobati macam-macam penyakit, seperti:
  1. Menstabilkan kadar gula dalam darah (untuk pasien diabetes).
  2. Menormalkan asam urat, kolesterol, dan tekanan darah (bagi penderita hypertensi).
  3. Mengobati penyakit jantung.
  4. Menambah vitalitas untuk Pria (Lemah Syahwat) atau Wanita (Libido).
  5. Mengobati penyakit Kencing Manis.
  6. Mengobati penyakit Hati , Ambien atau Wasir.
  7. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh ( Immune ).
  8. Dan berbagai macam penyakit lainnya.
Wow gila ndrooo (lebay lagi) kasiatnya luar biasa banget, namun entahlah itu memang benar benar bisa menyembuhkan dan terbukti secara medis atau karena sugesti saja. Namun masih menurut sumber yang sama semut jepang terbukti memberikan efek menyembuhkan meskpiun secara klinis belum ada yang membuktikan.

MEMULAI BUDIDAYA SEMUT JEPANG?

Mendengar penjelasan dari saudara saya serta membaca langsung dari situs yang membahas tentang semut jepang, saya menjadi tertarik untuk memeliharanya, alih alih membudidayakan agar bertambah banyak, dengan wajah memelas saya mencoba untuk merayu saudara ku agar mau menjualnya kepada saya dengan harga pantas, namun alhamdulillah saya diberi secara cuma cuma, meskipun hanya beberapa ekor dan beberapa larva didalam kapas namun dia mengatakan bahwa ini bisa menjadi banyak, dengan semanagt saya bawa pulang semut cepang yang sudah diberikan.

CARA BUDIDAYA SEMUT JEPANG

Setelah saya mendapatkan benih benih semut jepang, beberapa langkah yang saya ambil adalah:
  1. Menyiapkan wadah untuk budidaya, wadah yang saya gunakan hanyalah sebuah toples bekas astor (biskuit) yang saya lubangi tutupnya
  2. Menyiapkan kapas (kapas untuk facial wajah) sebagai tempat bertelur indukan semut jepang. letakkan kapas sampai menutupi bagian bawah toples.
  3. Menyiapkan Ragi kue sebagai makanan utama semut jepang dan anaknya
  4. sudah itu saja, tidak memerlukan biaya banyak bukan
Semut jepang yang sudah mulai berkembang biak biasanya ditandai dengan mengembangnya kapas yang sebelumnya masih rapi sesuai bentukan pabrik.

MENANTI SEMUT JEPANG BERKEMBANG BIAK

Semua kebutuhan untuk budidaya semut jepang sudah saya siapkan, langkash selanjutnya adalah hanya menaruh semut jepang yang diberikan saudara ku tadi didalam wadah toples tadi, tidak ada yang saya lakukan lagi kecuali memeriksa apakah raginya (makanannya) sudah habis apa belum, kalau sudah habis ya saya tambahain lagi makanannya. 

Satu bulan telah berlalu, semut jepang saya sudah berkembang biak menjadi banyak, dari bibit sekitar 10 ekor kini sudah  menjadi sekitar 300 ekor plus larvanya (perlu diketahui, semut jepang menagalami 4 fase pertumbuhan), rasa syukur tiada henti, kini saya mempunyai semut jeooang sendiri. dan untuk membuktikan kasiat dari hewan mungil ini, saya coba untuk menkonsumsinya sebanyak 3 ekor sebelum tidur, dan ternyata, keesokan harinya istri saya senyum-senyum sendiri dan sesekali mencubit saya, hihihi, didalam hati saya berkata, ternyata memang benar-benar berkhasiat ya!

Disqus Comments