Mencari Inspirasi Dari Secangkir Kopi


Kopi (bukan kompi apalagi kompi ajaib) adalah benda cair berwarna hitam pekat yang mempunyai rasa pahit dan manis (tergantung kesehatan lidah masing-masing) namun banyak disukai orang, kopi juga memiliki aroma yang khas (tergantung penciuman masing-masing) sehingga ketika ada seseorang yang kebetulan penggila kopi ketika mencium aromanya, pasti akan mengatakan, hem nikmatnya kopi neeee (dengan logat seperti upin ipin).

Kopi banyak macamnya, seperti jenis Torabika, Arabika, Robusta, "Romusa" (kelas elit) atau yang kelas-kelas ekonomi tetapi rasa dewa seperti Kopi Brontoseno, Kalau kopi susu mah sudah beda ya gan, kopi susu hanya boleh dinikmati oleh para lelaki yang lidahnya sudah capek dengan dinamika perkopian. Sedangkan kopi yang sekarang lagi ngetrend dikalangan para konglo (merat) masih dirajai oleh sang pembuat kopi langka yang hanya ditemui di Indonesia, dialah Luwak, satu-satunya binatang yang lubang pembuangannya banyak diminati oleh manusia lantaran khasiat dan kegunaan sebagai kopi herbal (kopi herbal, ngakak aja deh).

Saya sendiri adalah penikmat kopi yang paling setia, tiada hari tanpa kopi dan tiada kopi tanpa hari (soalnya pembuatnya pak hari gan, hehehe), saking seringnya minum kopi khususnya kopi Brontoseno sehingga membuat kepala kayak di tabok tentara jika sehari tidak meminumnya, kata orang ini adalah efek kecanduan dari kopi, namun bagi saya rasa ini adalah jaminan kualitas seorang ngoper "apa sih sebutan bagi para peminum kopi?" dalam menikmati kopi, karena kalau kamu belum pernah merasa pusing tanpa kopi berarti tingkat ngoper mu masih belum bisa diakui dunia.

Warung kopi jelas sebagai tempat dimana kopi mudah untuk didapatkan, karena jika kamu mencari sebotol topi miring di warung kopi pastilah air panas yang akan kamu temui, lebih bahaya kalau air panasnya mengenaimu. makanya hati hati kalau sudah diwarung kopi, penjual dan pembelinya sangat sensitif, bukan karena apa-apa, para ngoper adalah para manusia yang paling sering merasakan manis pahitnya kehidupan (lebih tepatnya manis pahitnya kopi, hehehe). Oh ya, tanda-tanda seseorang ngoper bisa dikatakan mumpuni jika dia sudah bisa menyebutkan nama-nama warung kopi yang ada disekitarnya.

Karena kehebatan kopi ini makanya jangan heran kalau sang penulis tetralogi laskar pelangi Mas Abdrea Hirata pun juga menulis buku yang berjudul Cinta Dalam Segelas Kopi, saya kira karena beliau adalah bekas bartender kopi yang sudah mengenal tingkah dan kesukaan langganan  akan rasa kopi sehingga mampu menginspirasinya untuk menulis buku tersebut. Saya sendiri juga terinspirasi untuk menulis tema kopi dengan judul Mencari Inspirasi Dari Secangkir Kopi agar bisa dinikmati oleh para ngoper.

Estetika dalam ngopi, selalu diikuti oleh perbincangan, selain itu rokok juga menjadi gandengan yang mantab, jadi begini komposisinya kawan, kalau kamu ingin menikmati rasa kopi, silahkan cari bahan-bahan ini, (1) Warung kopi, (2) Teman ngopi, 3 atau 4 orang, kalau 2 orang masih suka gak fokus, (3) Rokok, meskpin dilarang tapi jangan percaya, itu mah bohong kalau rokok menjadikan kita bla bla bla, (4) Obrolan (5) Pastikan penjual kopinya ada.

Setiap segelas kopi selalu memiliki historikal obrolan yang menuai inti, meskipun dialog sesama peminum kopi memerlukan waktu lama namun inti dari obrolan selalu didapat, tandanya adalah setelah kopi kopi sudah pada habis, termasuk sisa sisanya ludes dibuat cethe, maka obrolan sudah menuai inti, dialog seperti inilah yang kerap memunculkan sebuah maha karya tinggi, karena obrolannya sering intens dan terfokus dan juga relatif sudah matang (lantaran ngobrol lama), ide kreatif yang keluar ketika sedang menyeduh kopi sudah dinilai biasa, kalau saya menganggap nya seperti cara Eisntein mencari inspirasi didalam bak mandi, ya karena dia dulu tidak punya teman ngopi mungkin.

Kalau saya bertanya kepada pembaca MTB semua, Kopi apa yang paling kamu sukai? pastikan jangan menjawab dengan label iwan fals ya, itu mah cuma kopi saset, termasuk si Luwak tadi yang sekarang sudah didalam sasetan dan diberi tampahan white (Putih) ini mengindikasikan luwaknya berwarna putih, kalau di perhatikan dengan jelas ternyata juga benar, rata-rata pengiklannya mempunyai kulit yang putih dan mulus, jadi wajar kalau disebut luwak putih. hehehe. bang Iwan Fals juga salah kalau menyebut POT (Baca dari belakang) KOPI adalah kopinyta orang indonesia, saya jelaskan kepada sobat semua, kopi indonesia itu terbuat dari kopi, yang digoreng dalam wadah yang terbuat dari tanah, di goreng sampai hitam legam, ditambah cuilan cuilan kelapa, lalu ditumbuk dengan alu dan lesung (lumpang) sampai lembut, menikmati kopi ini harus ditemani dengan bongkahan gula merah, jadi cara minumnya, minum kopi yang sudah diseduh dan sebelum menelannya gigitlah gula merah tadi, nah ini kopinya indonesia, namanya kopi geget, yang masih membuatnya ya pak hari, makanya saya bilang tiada kopi tanpa hari. hehehe.

Ya begini ini kalau sudah menulis tentang kopi, tidak ada hentinya, selalu ada kata yang muncul di benak untuk diungkapkan, terus terang MTB tidak merasa kesulitan untuk menulis postingan ini, percayalah kalimatmu akan terus keluar ketika menyebut nama kopi. kopi oh kopi, saya adalah orang yang paling tidak terima ketika kopiko menyebut dirinya sebagai premen gantinya ngopi, itu sungguh pembodohan dan penindasan. 

To be continues  

Disqus Comments