Awas! Jangan Keliru Memberikan Persepsi


Persepsi (Latin= perceptio, percipio) menurut sumber dari wikipedia, KBBI, dari definisi psikolog merupakan tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi dari sesuatu yang terlihat atau terjadi guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang informasi tersebut. Persepsi seseorang lebih banyak ditentukan oleh tingkat kecerdasan dan pengalaman, semakin banyak pengalaman serta semakin cerdas seseorang maka bisa di katakan lebih baik dalam memberikan sebuah persepsi terhadap suatu kondisi atau informasi.

Semakin canggihnya teknologi didunia memberikan ruang informasi yang luas kepada manusia di muka bumi, baik informasi mengenai peristiwa di daerah lain,seperti bencana alam, demontrasi, berita korupsi, berita kriminal, informasi kesehatan dan juga banyak informasi lainnya, dan itulah efek dari penggunaan teknologi yang bisa didapatkan semua orang, jelas ini merupakan kondisi positif. Namun disisi lain karena semakin banyaknya orang yang tau terhadap suatu kondisi atau informasi sehingga menjadikan banyak orang "latah" dalam mem-persepsi-kan sesuatu. Jika seseorang tidak bisa membedakan mana persepsi dan mana fakta, maka persoalan semakin menjadi runyam. Artikel di bawah ini juga memiliki banyak persepsi, berhati-hatilah.

Dalam memberikan persepsi terhadap suatu informasi, seperti yang saya tulis diatas sangat ditentukan oleh seberapa banyak pengalaman seseorang dan seberapa banyak pengetahuan orang tersebut, juga berlaku tingkat kecerdasan seseorang. Kenapa bisa begitu? karena seseorang tidak bisa memandang kebenaran dari suatu informasi jika dia tidak tau kebenaran sejatinya. coba perhatikan gambar diatas apakah kedua lingkaran yang ada ditengah sama-sama besar, atau lingkaran tengah kiri lebih besar, atau lingkaran tengah kanan lebih kecil. Saya tidak bermaksud untuk mengetes kamu, saya hanya ingin mengatakan bahwa betapa rentan persepsi berbeda yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu informasi atau kondisi sehingga untuk mem-persepsi-kan gambar hitam putih saja masih ada perbedaan.

Jadi berhati-hatilah dalam memberikan persepsi kepada suatu kondisi, karena bisa-bisa menjerumuskan seseorang yang mendapat hasil persepsi-mu kedalam pemahaman yang jauh dari kebenaran, Sengkuni adalah salah satu orang cerdas yang mampu membaca suatu kondisi dari berbagai sudut pandang, namun sayangnya dia memerankan tokoh antagonis. Nah untuk melatih persepsi kamu kepada suatu gambar, berikut kumpulan gambar multi-persepsi

Apakah garis horisontalnya sejajar?
Apa yang kamu lihat?

Bebek atau Kelinci?

Hitunglah berapa kaki gajah!

Orang Indian atau Eskimo?

Ada berapakah titik hitamnya?
Saya pastikan kalian melihat gadis? padahal...

Ada 2 gambar berbeda, temukanlah!

Ada gadis didepan cermin, tapi ada tengkorak

Buku ini terbuka atau tertutup
Gambar-gambar diatas sering digunakan seorang Trainer untuk memberikan nuansa gembira kepada peserta, karena jika diperhatikan secara sepintas, gambar diatas hampir tidak mempunyai arti untuk di-persepsi-kan, padahal keseluruhan gambar diatas berbeda-beda, apakah kamu menemukannya? sampaikan di kolom komentar

Disqus Comments