Emansipasi yang Merendahkan Wanita

Ilustrasi: Emanasipasi Wanita

Wanita Lebih Mulia dari Pada Lelaki ini adalah statement kebenaran yang bukan didasarkan pada apa yang saya tulis, melainkan berdasar pada Sabda revolusioner paling mulia dan paling sukses didunia yaitu Nabi Muhammad SAW. Statement tersebut adalah mengenai kemuliaan seorang Ibu dibandingkan dengan kemuliaan seorang ayah dalam hal kebaktian seorang anak. Bukti bahwa ini adalah kebenaran didasarkan pada sebuah hadist yang artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Karena saya tidak berani memberikan atau menafsirkan makna tersirat yang ada pada sebuah hadist untuk itu saya mempercayakan tafsir hadist diatas kepada ahlinya supaya tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran. Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah).

Jadi benar bukan bahwa Ternyata Wanita Lebih Mulia (utama) dari Pada Lelaki, jika kita pikirkan dengan jernih, statement Nabi diatas memang benar, penyebutan IBU sebanyak 3 kali memang sangat tepat, saya sendiri sebagai lelaki merasa tidak iri dengan kemuliaan yang didapat oleh wanita karena saya sudah merasa tidak sanggup apabila harus hamil, harus melahirkan, dan juga harus menyusui. 

Tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang tidak pernah tinggal di dalam perut seorang wanita, kecuali Adam dan Hawa (saya mempercayai itu), ini sebagai bukti bahwa kemuliaan IBU tidak bisa di hitung dengan hitungan matematika sehingga apabila ada seorang anak yang ingin membalas budi kepada Ibunya sejatinya saya anggap bukanlah balas budi melainkan hanyalah bentuk bakti kepada orang tua saja.
Ibumu, ibumu, ibumu lalu Bapakmu!
Kehormatan wanita di dalam agama islam yang seharusnya dapat mengangkat harkat dan martabat wanita namun kini justru direndahkan oleh wanita sendiri, ya dengan adanya dalih Emansipasi wanita yang menyetarakan hak wanita sejajar dengan hak lelaki. Kalau di pahami dari penjealsan diatas seharusnya wanita lebih dihormati lebih banyak 3 kali dari pada penghormatan kepada lelaki, namun dengan adanya emansipasi menjadikan porsi penghormatan menjadi lebih sedikit lagi, 1 banding 1.

Emansipasi digadang-gadang sebagai buah dari perjuangan kartini, Baca: Emasipasi Kartini dalam memperjuangan kesetaraan hak wanita harusnya sama dengan lelaki, emang sih jika dipandang apa adanya, kesetaraan berarti setara, wanita boleh bertindak sama dengan apa yang menjadi tindakan lelaki, namun dari kaca mata saya pribadi kesetaraan yang dimaksud R.A Kartini adalah perjuangan untuk menghidupkan kembali kehormatan yang seharusnya diperoleh oleh wanita, atau perjuangan agar wanita bisa berperan menjadi wanita sebenarnya, bukan wanita yang berperan sebagai lelaki.

Saya lebih memuliakan seorang wanita yang menyadari jika ia adalah wanita seutuhnya dari pada wanita yang mencoba mencari jati diri dari sudut pandang lelaki, Saya setuju jika wanita itu bukan hanya masalah Dapur, Sumur, Kasur karena sejatinya itu juga bisa dilakukan oleh lelaki, sebenarnya ketiga subyek diatas bukanlah kodrat. Kalau ada wanita petentang petenteng lalu mengatakan bahwa kelakuan nya itu adalah bentuk emansipasi, sepertinya dia belum tau kalau sebenarnya dia adalah manusia dengan jenis kelamin betina yang memiliki 3 kali lipat keistimewaan dari pada lelaki, sayang sekali.

Disqus Comments