Ricky Elson, Pencipta Mobil Listrik Yang dikebiri Penguasa

Ricky Elson dan Mobil Selo

Ricky Elson, seorang pemuda asal indonesia yang mampu membuat karya mobil purwarupa bertenaga listrik mau tidak mau harus menahan kekesalan atas perlakuan pemerintah yang seakan-akan tidak terlalu peduli dengan kreatifitas anak bangsa, padahal jika disandingkan dengan negara-negara maju, indonesia bukanlah negara yang bisa dianggap remeh begitu saja, karena jika dilihat dari perjalanan waktu, sudah banyak pemuda-pemudi indonesia yang mampu bersaing dengan pemuda-pemudi dari negara lain.

Sampai kapan Indonesia mampu menciptakan mobil dengan hak paten sendiri? mungkin ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab sebelum pemerintah benar-benar mempedulikan hasil kreatifitas anak bangsa, kita bisa lihat dari mobil ESEMKA yang dulu sempat menjadi perbincangan semua orang, latah karena mobil yang diprakarsai oleh anak-anak SMK ini dijadikan CAPRES sebagai pendongkrak suara masya. Namun sampai kini kabar mengenai mobil esemka seakan sudah tidak menjadi penting lagi, pun saru (tidak etis) jika harus dibicarakan lagi.

Mas Ricky Elson pun juga bernasib sama, kerja kerasnya untuk menciptakan mobil bertenaga listrik selama beberapa waktu akhirnya dimentahkan begitu saja oleh para orang tua (pemerintah) jangankan pengakuan oleh mereka, hanya sekedar memberikan harapan saja hampir tidak mau, akibatnya ini menjadi fatal, mas Ricky Elson meskipun berusaha untuk tetap tegar namun dalam hatinya mesti ada kekecewaan yang mendalam.

"Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku" Unggul Priyanto
BACA JUGA: Kehadiran Pemimpin Bangsa Berjiwa Entrepreneur
Impian-impian yang seharusnya mampu mendongkrak nama bangsa melalui mobil bertenaga listrik, mau tidak mau berhenti di media-media yang menyebarkan omongan dari para orang tua yang kata-katanya sungguh dapat membuat siapa saja berontak. kini hasil karya Ricky Elson sudah dilirik oleh malaysia, negara tetangga yang dalam catatan sejarah pernah bersitegang dengan indonesia.

Apakah ini hanya guyonan saja? watak dari bangsaku ini kok seperti watak ku saja, saya ini punya sesuatu, tapi tidak terlalu peduli dengan itu, namun ketika sesuatu itu dimiliki oleh orang lain, rasa penyesalan datang seketika, akhirnya berontak, menyesal, galau dan lain-lain. 

Bukankah ini sama ketika Malaysia pernah mengklaim kebudayaan indonesia menjadi kebudayaan malaysia dan ingin dipatenkan, apa yang dilakukan indonesia, negeri ini marah besar dan mengeluarkan sumpah serapah kepada malaysia sebagai negara yang tidak beretika dan bermartabat, bangsa ini diluar kendali sehingga kata-kata GANYANG MALAYSIA menjadi bulan-bulanan. bahka Upin Ipin pun menjadi korban, kartun anak kecil itu juga ikut menjadi luapan kebencian.

Selitan dan Sipadan, dua pulau yang diprediksi memiliki kandungan mineral akhirnya berhasil di klaim oleh malaysia lantaran dulunya negeri ini tidak terlalu peduli dengan 2 pulau yang terletak agak jauh dari peradaban indonesia, Pemerintah sebagai orang tua sudah selayaknya merasa malu dengan kejadian-kejadian di masa lalu, harusnya menjadi pelajaran pahit, bahwa memang kita yang hidup di Indonesia raya ini lebih peduli lagi dengan bangsa ini. jangan kok sudah disenangi orang dan akan di akuisisi baru rame.

Dari akun Facebook Mas Ricky Elson saya membaca tulisannya mengenai hal ini, semoga jiwamu tetap besar mas, teruslah berkarya meskipun orang orang disana tetap berbicara tanpa sedikitpun kepedulian, kita disuruh menganggap negeri ini masih miskin, padahal pada kenyataannya para penguasa selalu meminta fasilitas lebih. semoga Mas Ricky Elson segera menemukan impian yang sempat tertunda. amin

CURHATAN Mas Ricky Elson
Maafkan saya, Bikin kegaduhan
impian kosong belaka dengan Mobil listrik,
Ya sudahlah,
jangan mencari kambing Hitam lagi,
saya udah dapet kok,
yang keren,

Klo Bapak kepala BPPT yg berfatwa,
Tentu sudah dengan pertimbangan yg sangat matang.
Gimana tidak,saya percaya itu adalah hasil kajian mendalam
dari ahli ahli terunggul di Indonesia,
yang berada di Institusi ini,

Ternyata
saya hanya bermimpi selama ini
melihat industri Mobil Listrik nya Tesla
Melihat industri mobil listrik nya Nissan (leaf), Mitsubishi (iMiev)
Melihat industri mobil Hybrid nya Toyota (Prius, Aqua) , Honda (Insight)
itu hanya mimpi,
Karna ini pasti Gak Komersil.

karna di Negara maju sekalipun , Mobil listrik "Belum Komersial",
Amerika, Jepang dan Negara2 Eropa itu Bukan Negara maju,
karna mereka mengkomersialkan Mobil listrik,
Atau saya selama ini hanya melihat Fatamorgana,

kalau begitu, untuk sementara saya
disini ajalah, pelihara kambing aja dulu.
Menyiapkan Kambing Hitam.

Terima kasih Fatwa nya,
Setelah dari Kemenristek,
Sekarang dari BPPT,
Besok dari mana lagi saya dapat Fatwa ya,
Dan Media, pintar sekali bikin saya jadi pemicu keGaduhan.

Aah, memang benar,
lebih baik saya menyiapkan Kambing aja.

20150905, Ciheras
Cerita Ciheras dan Kambing Hitam

###############################
http://m.merdeka.com/…/mobil-listrik-selo-diincar-malaysia-…

dikomentari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto. Menurutnya, hal itu tak jadi masalah.

"Ya, gak papa. Lagian Malaysia juga gak jago-jago amat bikin mobil kan? Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli? Berapa banyak yang mau beli?" kata Unggul kepada Merdeka.com
http://m.merdeka.com/…/industri-mobil-listrik-di-indonesia-…

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, mengatakan, untuk menjadikan mobil listrik sebagai industri masih terlalu jauh. Pasalnya, ada banyak hal yang perlu dikaji terlebih dahulu oleh pemerintah.

"Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku. Masalahnya kan juga kesulitan pada baterainya dan stasiun pengisian listriknya. Ini yang menjadi kendalanya. Tetapi, kalau riset saya setuju," ujarnya saat berbincang santai dengan Merdeka.com di kantornya, Jakarta, Kamis (3/9).

Dirinya pun menilai daripada membuat mobil listrik yang teknologinya belum mapan, alangkah baiknya pemerintah mengembangkan transportasi massal berbasis energi listrik.

"Kalau mobil listrik itu ngecharge berapa lama coba? Empat jam loh. Ada yang delapan jam. Kabelnya juga gede. Stasiun pengisian listrik juga perlu dipikirkan. Kenapa kita gak berpikir bikin mass transportation. Itu kan bisa," katanya.

Disqus Comments