Clarat, Cicak Terbang yang Menjadi Mimpi Buruk di Masa Kecilku - Tapi Aku Sayang Kamu

Clarat, si Cicak Terbang

mastrigus.com - Masa kecil dulu merupakan masa yang sulit untuk dilupakan, meskipun kamu sekarang sudah menjadi dewasa dan sukses, pasti sesekali terlintas ingatan tentang masa kecil. Ingatan itulah yang terkadang - Bagi saya juga - membuat kita ingin mengulang masa-masa kecil itu lagi. Ingin kembali bermain ceria seperti waktu kita berumur 5 sampai 15 tahun, karena dimasa-masa itulah kita jarang sekali memikirkan masalah (masalah hutang), kecuali masalah berantem dengan teman bermain.

Bagi kamu yang mungkin kangen dengan masa kecil dulu, mungkin gambar di dalam posting ini bisa sedikit menghilangkan rasa kangen kamu, Lihat disini , percaya deh. Kamu bakalan senyum-senyum sendiri, menyadari betapa lugunya kita waktu masih kecil.

Namun diantara kenangan-kenangan indah saat masih kecil, ada juga kenangan yang mungkin sampai saat ini tidak ingin anda ingat karena ada perasaan takut atau jijik, misalnya fobia terhadap binatang seperti cicak, kodok, cacing atau binatang lain. Seperti aku sendiri, memiliki mimpi buruk dengan binatang mirip cicak tapi bisa terbang. Terlihat seperti memiliki sayap namun hanyalah kulit yang bisa direntangkan, di desa ku hewan ini bernama CLARAT, si cicak terbang yang membuat ku mimpi buruk dimasa masih kecil.

Clarat, si Cicak Terbang

Clarat ini mungkin saja memiliki nama lain di tempatmu, seperti apa yang dikatakan wikipedia, hewan ini biasa disebut dengan Cekibar (betawi), Hap-hap (Sunda) pasti bang Adhy Suryadi  tahu soal ini. Celeret gombel atau Klarap (Jawa), di tempat ku namanya Clarat (jawa sebelah ujung selatan, tepatnya Trenggalek, Watulimo). Apapun namanya hewan ini, yang terpenting kamu semua bisa melihat fotonya secara langsung. Jadi tidak perlu debat ye.

Clarat, si Cicak Terbang

Pagi tadi, setelah sarapan. Emak mertuaku mendapatkan clarat ini dari kebun depan rumah, niatnya supaya bisa buat mainan cucunya. Itu anak ku yang masih 2.5 tahun. Awalnya saya tidak tahu kalau ada hewan Nightmare (mimpi buruk) ini diikat dan diletakkan disamping kursi. Seperti biasa saya duduk santai sambil menikmati Kopi hitam "bukan robusta" buatan istri tercinta. Sambil menikmati diri sebagai ahli hisab "hari ini Pro mild, bukan LA Light" saya masih gak nyadar kalau ada hewan menakutkan disampingku.

Clarat, si Cicak Terbang

Sampai saat saya ingin menghembuskan asap terakhir dari sebatang rokok dengan berekspresi layaknya film matrix waktu menghindari peluru, saya hembuskan dengan nikmat asap itu, menoleh ke kiri dan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... buduk benar, asem (kecut), Gila (koe kui) ada clarat nongol pagi-pagi tak berdaya diikat buntutnya. Pagi-pagi dapat soft terapy dari mertua. tega bener maaak.
 
Clarat, si Cicak Terbang

Kupandangi binatang kecil bersayap ini "sebenarnya tidak bersayap". Saya berani karena dalam keadaan terikat. Kucba kupegang buntutnya, dengan jantung yang benar-benar nerves mau copot. kuperhatikan, dan ternyata hewan ini lucu. Lucu kayak saya, Dan tentunya antara aku dan clarat ini senasib. Sama-sama memiliki ketakutan antara satu dengan yang lain. Namun saya merasa kasihan, dia terikat, mungkin dia sedang bersedih.

Dengan niatan baik, ku dapati anak ku sedang asyik bermain dengan teman sebayanya, mertuaku juga sedang sibuk didapur, kuambil silet dari kamar (silet paling tajam di dunia). Kuhampiri clarat malang tapi menakutkan ini, kutarik dari kursi supaya jatuh ke tanah. Kupegang ekornya pelang-pelan supaya dia tidak takut dan pergi selamanya dari kehidupan ku tanpa harus merasa sakit. Kupotong tali yang mengikat ekornya dengan hati-hati, ketika saya pastikan tidak ada tali yang melilit. kuletakkan dia di pohon beringin. Kukatakan padanya,
"Memang dulu kita adalah musuh, engkau menakutiku begitu lama. dan mungkin engkau juga takut kepadaku. tapi biarlah, yang berlalu biarkan berlalu. Kita sama-sama memaafkan saja. Pintaku sebelum kita berpisah, izinkan aku berfoto denganmu, sebagai kenang-kenangan kita. Dan juga sebagai bingskisan kepada para pembaca blog ku" 
jepret jepret. Selamat  tinggal cicak terbang ku... aku berlalu darinya - kudapati istriku sudah di depan pintu sambil menunjukkan wajah masamnya, mungkin dia menyaksikan apa yang ku ucapkan pada Clarat. Oh my God.

Disqus Comments