Konon Katanya, Ada Masakan Penuh Cinta Dari Pedagang Kaki Lima

Pedagang Kaki Lima Trenggalek

mastrigus.com - Hanya ditempat kami sebuah terminal jadi pasar. Bukan pasar modern, tapi pasar rakyat yang menjual banyak hal. Mulai nasi bungkus, teh hanget, kopi hitam hingga gorengan. Jika tanya kenapa? Lebih karena sistem sosial masyarakatnya. Kami tak jijik, justru kami senang, bukan karena para penjualnya pribumi yang gak kaya, tapi karena suasana-nya, lebih dari itu pula kami dihormati, disapa, 'minum apa nak?', 'makan apa nak?', 'mau kemana nak?'. Mereka sangat manusiawi, menempatkan kami sebagai manusia terhormat. Kami yakin itu tak ada di pasar modern. Dan kami juga lebih yakin pasar itu lebih tahan krisis.
kalau soal rasa, kaki lima jagonya, konon katanya ada cinta saat mereka memasaknya.
Kata-kata diatas dan kutipan diatas bukanlah murni hasil karya ku sendiri, saya hanya melakukan sedikit editing dengan aplikasi corel draw X6. Postingan ini murni dari kreatifitas seseorang pengguna Facebook bernama Abdus Sair. Figur Potensial asli dari Trenggalek. Pun dengan hasil jepretan fotonya, itu juga murni dari Mas Abdus sendiri. 

Pedagang Kaki Lima Trenggalek

Dan karena saya langsung tertarik dengan sudut jepretan sekaligus dengan foto yang saya naggap memiliki cerita secara tersirat, saya beranikan diri untuk meminta izin kepada Mas Abdus untuk membaginya di Blog MTB tercinta ini.

Pedagang Kaki Lima Trenggalek

Sudut-sudut kota Trenggalek, dengan ke-khas-an serta keluguan. Ditambah dengan keramahan pedagang kaki lima, membuat saya sendiripun tidak perlu masuk ke hotel mewah untuk mendapatkan salam senyum sapa serta cinta yang di berikan melalui masakan mereka. Memang benar, ada cinta disetiap masakan pedagang kaki lima, itu di Trenggalek. Mungkin tidak di tempat lain.

Kuliner Trenggalek:
Nasi Pecel Mbah Suti, Pecel Special Untuk Para Manusia Nokturnal
Dukun Perut Malidi Solusi Atasi Kelaparan
Membaca Karakter Orang Trenggalek dari Sego Gegog

Disqus Comments