Melakukan Ritual Ngopi Bersama Salah Satu Penulis maxmanroe.com, Mas O'o

Melakukan Ritual Ngopi Bersama Salah Satu Penulis maxmanroe.com, Mas O'o
Mas O'o dan Secangkir Robusta

mastrigus.com - Tanggal 09 Oktober 2015 kemarin merupakan kenangan indah melakukan ritual klasik menikmati secangkir Kopi Robusta di warkop (tidak bisa disebutkan namanya atas permintaan saya sendiri), bersama salah satu penulis blog kondang bergenre bisnis bernama maxmanroe.com, ini merupakan peristiwa yang sudah lama saya mimpikan untuk bisa menikmati kopi bersama para penulis blog. Dan nyatanya pada hari itu, mimpi saya sudah bisa menjadi kenyataan, semakin membuktikan jika tidak ada yang salah dengan bermimpi. yang terpenting relevansi antara mimpi dan kenyataan memang memiliki korelasi jelas.

Nama salah satu penulis maxmanroe.com ini adalah Mas O'o, penulis yang setiap hari rajin mengasah kemampuan menulisnya tanpa merasa terganggu dengan aktifitasnya tersebut. Membuktikan bahwa menulis bukan lagi menjadi suatu pekerjaan yang khusus meskipun harus fokus. Bukan pekerjaan yang sulit jika sudah ada niat serta komitmen. Karena menulis adalah Kasta Tertinggi dari Intelektualitas, tanpa menulis, Seorang kandidat doktor pun tidak bisa menjadi doktor, apalagi dokter.

Mas O'o ini aslinya dari Trenggalek, satu kabupaten dengan mas trigus (saya sendiri) punya talenta menulis tentang bisnis, dan berkat konsistensi-nya ini, dia salah satu manusia yang sudah membuktikan jika logika harus dibarengi logistik. Menurut ceritanya dari hasil menulisnya setiap hari di maxmanroe, sudah mampu mendapatkan logistik lebih dari UMK yang ditentukan di Trenggalek. Bikin ngiler saja.

Logistik yang diterima Mas O'o dari Max ini menurut ceritanya bukan perkara yang instan. Diperlukan konsistensi menulis, serta menjamin tulisan yang di berikan masuk dalam kategori layak, baik dari sisi keyword, konten dan juga bahasa penulisan. Tahu sendiri lah kalau Max selalu mempunyai kasta tertinggi dalam urusan tulis menulis. Niche Bisnis mengharuskan untuk menulis dengan kaidah EYD yang jelas dan terarah supaya calon pebisnis maupun pebisnis merasakan sensasi profesional. Sempurna memang, Kapan saya bisa seperti itu? kadang saya pun merasa sedih karena iri.
Jangan berhenti untuk terus belajar, membaca segala sesuatu yang bisa dibaca dengan memperhatikan relevansi gagasan dengan bacaan. Agar ide selalu fresh dan aktifitas menulis jadi semakin gila.
Eksistensi Mas O'o dalam dunia blog tidak hanya menyerahkan nasib pada gaji yang diberikan Maxmanroe saja loh, ternyata eh ternyata si Doi yang rada gendut ini juga memiliki seabrek blog yang sampai saat ini sudah mampu Earning (nama blog dirahasiakan untuk menjaga rahasia, blogger trengalek biasa seperti itu). Jadi dia sudah pernah merasakan nikmatnya dollar dari aktifitas ngeblog. Sama seperti saya, sudah pernah earning, tapi dalam mimpi saja. hahaha.

Rasa-rasanya senang sekali mempunyai teman yang mempunyai aliran hobi sama, menulis di dalam blog. Apalagi teman tersebut satu kandang dengan kita sendiri. Satu Kabupaten yang tentunya bisa satu rasa. Mengangkat kaum pemuda yang hobi menulis di dalam blog supaya jauh melampaui peradaban kekolotan.

Menulis itu butuh niat yang kuat, mungkin sehari dua hari kita memiliki perbendaharaan kata berlebih, namun ketika sudah sering dituangkan dalam tulisan, pundi-pundi kata tersebut akhirnya bisa juga habis, bahkan kehilangan topik bahasan. Silahkan baca artikel DISINI supaya tidak kehilangan ide tulisan. Salah satu pesan Mas O'o adalah, "jangan berhenti untuk terus belajar, membaca segala sesuatu yang bisa dibaca dengan memperhatikan relevansi gagasan dengan bacaan. Agar ide selalu fresh dan aktifitas menulis jadi semakin gila".

Pertemuan dengan Mas O'o dalam ritual ngopi perdana ini membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk terus cerewet dan usil, menulis sesuatu topik yang bisa ditulis. Mimpi ini sudah terbukti, dan saya menunggu mimpi-mimpi lain untuk menjadi kenyataan, bahkan saya berani bermimpi untuk bisa menikmati ritual ngopi bersama pemilik blog kompiajaib.com, Bang Adhy Suryadi yang ada di kota bandung sana - bukankah ini terlalu jauh. Yups, tapi percayalah, tidak ada yang mustahil dalam dunia ini.

Disqus Comments