NIPONK. Kegiatan Bersih Pantai Selatan Sukses, Dinas Pariwisata Menyumbang 3 Kardus Air Mineral

Radar Trenggalek. Pagi ini (30/12), matahari masih belum tampak di selatan kota keripik tempe. Sekitar pukul 05.30 waktu setempat, suasana sepi. Maklum, hasil tangkapan nelayan pada pertengahan bulan sedikit. Sehingga jalur yang biasa dilalui angkutan berisi ikan tersebut tampak lengang. Di jalur yang sama, terlihat puluhan pemuda berkaos merah, sedang berkumpul di sebuah bangunan sederhana yang terbuat dari bambu di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo. “Hari ini kita ada acara bersih pantai,” Ujar Roin Wahrudin, salah seorang pemuda yang kemudian diketahui sebagai Ketua Organisasi Pecinta Alam dan Pemberdaya Lingkungan “NIPONK” (Naluri Insan Petualang Ora Nate Kapok).

Acara bersih pantai jelang pergantian tahun tersebut, rencananya akan menjadi kegiatan rutin pemuda-pemuda ini. Itu setelah acara pertama yang mereka lakukan tahun lalu boleh dikatakan sukses. Hal itu dilihat dari partispasi masyarakat yang ternyata juga mau bergabung dalam acara tersebut.

“Awalnya ada masyarakat yang tanya dapat bayaran berapa jika ikut kegiatan?” jelas Roin -sapaan akrabnya-. Wajar jika masyarakat menilai demikian. Karena semua anggota NIPONK yang ikut, mengenakan kostum yang seragam. Sehingga masyarakat mengira, itu salah satu program atau kegiatan bersih-bersih yang disponsori oleh pemerintah. “Kami sungkan minta sumbangan dari pemerintah lagi, ini iuran dari anggota sendiri dan bantuan dari mereka yang peduli lingkungan,” katanya.

Iuran tersebut diperlukan guna memenuhi kebutuhan atau akomodasi saat kegiatan tersebut berlangsung. Misalnya untuk kebutuhan makan minum peserta kegiatan. Itu merupakan alokasi anggaran wajar, meskipun hanya dilakukan satu kali.

Kompak. Anggota Niponk bekerjsama tanpa pamrih

Dalam kegiatan bersih pantai ini, NIPONK tidak meminta batuan pendanaan dari pemerintah. Khawatir, itu hanya membuang sia-sia proposal lantaran kemungkinan mendapatkan bantuan sangat kecil. Selain itu, para anggota juga sepakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut dari dana pribadi. Meskipun juga tidak menolak jika ada yang hendak membantu untuk akomodasi dalam kegiatan tersebut. “Hanya memberikan pemberitahuan, dalam rangka menghormati.” jelasnya.

Tahun lalu, kenang Roin, puluhan proposal kegiatan tersebut di kirim termasuk kepada pemerintah, dalam hal ini dinas yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Namun, sampai dengan hari H pelaksanaan kegiatan, tidak ada bantuan atau partispasi apapun dari pihak pemerintah. “Alhamdulillah mas, kegiatan kali ini PU Perkimsih yang awalnya kita minta bantuan kendaraan truk sampah ternyata ada tambahan bantuan berupa dana, dan dari pihak Pariwisata Watulimo dapat bantuan air minum.” Ungkapnya.

Tanpa rasa jijik, anggota Niponk memunguti sampah di parit

Selain itu, NIPONK juga berharap agar pemerintah dapat menyediakan sarana atau tempat untuk pembuangan sampah. Itu karena, sarana yang sekarang ada sudah banyak yang reyot dan rusak sehingga jumlah bak yang bisa digunakan boleh dikatakan kurang. Kemudian, banner atau spanduk tentang himbauan menjaga kebersihan dirasa perlu untuk mengingatkan kembali kepada pengunjung dan pedagang yang ada di lokasi wisata agar tidak membuang sampah sembarangan. Mengingat kebersihan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar lokasi wisata sedap dipandang. “Pengunjung adalah salah satu media promosi yang bagus, sehingga sudah sewajarnya kita upayakan lokasi wisata tetap terjaga kebersihannya.” katanya.

Disqus Comments