Pak Kemendag! Harusnya Bina Kusrin si perakit TV Jangan Malah Dibinasakan, Jancok!

Mudah-mudahan tidak ada Kusrin yang kedua, sebenernya saya berniat mau ngempet untuk tidak membahas pecahan-pesahan kecil persoalan dalam negeri ini, tapi seberapa kuat dan lama perasaan ini saya tahan, naluri saya sebagai manusia bawah tanah (bukan tikus atau cacing, sebut saja kaum marginal) yang tidak senang dengan perlakuan semena-mena dari para penguasa akhirnya meledak.

Biar saja tulisan ini tidak ada yang membaca tapi minimal saya sudah menuliskannya di blog ini sebagai bentuk curahan hati dan perlawanan. Saya tidak mau menahan perasaan membara ini karena bisa berakibat fatal bagi kehidupan pribadi saya, lama-lama banyak kukul (Red: jerawat) bertebaran diwajah karena terlalu banyak menahan gejolak didada.

Sungguh, waktu pertama mengetahui berita ini saya hanya cuek, namun dalam hati berkata Jancok. Kenapa hal ini harus terjadi pada saudara-saudara kami yang kebetulan mempunyai jiwa perubahan dan pembangunan justru sering dikebiri. Berkali-kali saya buka facebook yang muncul tag mengenai #savekusrin, ahh saya mengumpat lagi Jancok. Sungguh Jancok orang orang yang membakar TV bekas hasil rakitan itu.

Kenapa saya mengumpat seperti ini, kenapa saya harus buang-buang energi untuk hanya sekedar mengatakan Jancok kepada mereka yang sebenarnya gobloknya melebihi gobloknya si perakit TV bekas itu sendiri (Mengatakan Jancok pada saat marah dapat mengeluarkan energi lebih besar dari pada berbicara 1000 kata). Ya karena saya peduli dengan saudara-saudara saya yang mempunyai jiwa pengembang ini. Coba kalian baca ulasan yang agak halus dibawah ini

diambil dari ulasan Change.org:
Dunia kreatif dan industri kecil di Indonesia kembali berduka, kita masih ingat beberapa saat yang lalu mobil listrik karya anak bangsa tidak lolos uji emisi (BACA: Ricky Elson, Pencipta Mobil Listrik Yang dikebiri Penguasa), bahkan ada yang dijadikan tersangka karena tersangkut kasus korupsi, padahal yang ingin mereka lakukan adalah membuat produk dalam negeri. Ingin turut serta membangun negara ini. Dan di awal tahun 2016 ini kita kembali mendengar berita penangkapan seorang pria lulusan SD yang berusaha membuat televisi rakitan dari sparepart bekas.

Kita tidak sedang menentang pentingnya SNI, tapi pemerintah perlu membuktikan bahwa mereka memang mendukung industri kecil, industri kreatif, produk dalam negeri dan kemandirian bangsa. Seharusnya Kusrin yang hanya lulusan SD ini diberi pembinaan bagaimana mengurus perijinan SNI dan sebisa mungkin diberi keringanan karena industrinya yang bersifat kecil. Bukan malah langsung dibui.
Hal ini tentu akan berdampak pada orang-orang kreatif lain yang takut untuk mengekspresikan kreatifitasnya karena akan langsung berhadapan dengan bui. Jadi sejauh mana pemerintah sungguh-sungguh untuk mendukung industri dalam negeri? atau sebatas motto yang digembor-gemborkan untuk membeli produk dalam negeri?

Jelas sekali kawan, kita sedang menghadapi masalah besar didalam negeri ini. Coba ingat, gong dibukanya MEA 2016( Masyarakat Ekonomi Asean ) sudah ditabuh, mau tidak mau bangsa ini ikut menjadi bagian dari pasar bebas (bukan kawin bebas) namun di balik layar kaca para penguasa sendiri hampir tidak terlalu respek dengan hal ini. Ya iyalah gak respek wong mereka sendiri aja tidak tau bagaimana MEA ini akan berproses.

Merakit TV saja adalah pekerjaan sulit bagi sarjana lulusan Electro, tapi ini yang merakit adalah seseorang yang hanya lulusan SD, apa bukan ajaib namanya? apa mereka yang memerintahkan untuk membakar TV itu tidak berpikir kalau Kusrin adalah salah satu manusia langka yang dapat menggunakan kemampuan otodidaknya dengan sangat baik. Hadeh! Ngomongin MEA tapi kelakuan penguasa sendiri tidak membina eeh kok malah membinasakan, memang kalian itu Jancok.

Muhammad Kusrin sekarang sudah lepas dari jeratan hukum dan bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa (Kembali merakit TV tapi nunggu SNI nya keluar, moga aja tidak lama dan tidak ada embel-embel yang harus dikeluarkan oleh Pak Kusrin) BACA: Urusan Hukum Usai, Kusrin Kembali Merakit Televisi. Meskipun begitu jangan ada lagi kejadian yang mengorbankan rakyat sendiri, apalagi rakyat yang mampu menggunakan kemampuan otodidaknya dengan baik. Itu sama saja mempermalukan diri sendiri, mempermalukan bangsa ini sendiri. Jangan mencoba untuk menjadi PENGUASA JANCOK. Dosa kamu nanti.

Disqus Comments