Demam Karaoke Online dengan Aplikasi Sing by Smule

Pembuat aplikasi Sing by Smule sepertinya jeli melihat peluang bisnis aplikasi berbasis karaoke, faktanya aplikasi ini dapat menarik minat orang untuk mengunduh, menginstal dan memakainya. Rata-rata manusia yang hidup di dunia ini memang suka bernyanyi. Meskipun ucapan saya ini tidak berdasarkan penelitian, tapi asumsi saya, dari 100 orang yang pernah saya temui, 90% orang suka menyanyi dan 10% -nya, suka menyanyi tapi malu untuk mengakuinya.

Musik adalah hipnotis abadi, begitulah saya mengakuinya. Tidak percaya? saya sudah mengamati banyak orang yang bisa terhipnotis oleh musik. Contoh paling sederhana begini, jika ada sekumpulan orang yang berkumpul, lalu ada salah satu dari mereka bernyanyi (mungkin hanya sepenggal lagu saja) dan menyudahi nyanyian tersebut, pasti beberapa detik kemudian bakal ada yang menirukan nyanyian tersebut. Kenapa bisa begitu? ya karena musik adalah kumpulan nada yang paling banyak kita dengarkan saben harinya.

Kita nonton TV pasti mendengar musik, mendegarkan radio pasti juga mendengarkan musik, ke pasar mendengarkan musik (banyak diputar oleh abang-abang penjual CD). Apalagi kalau naik bus, wadoh, dari kita mulai naik sampai berhenti di terminal selanjutnya musik selalu didendangkan. Musik ada di mana-mana bray, di kondangan hajatan manten saja full music dua hari berturut-turut tanpa jeda.

Itulah sebabnya kenapa manusia suka sekali bernyanyi. Mulai dari musik aliran kroncong, dangdut, pop, jazz, rock, dangdut koplo dan jenis aliran musik lain. Semua orang suka bernyanyi, entah menyanyi di panggung, di ruang karaoke, di dalam kamar mandi, di wc atau bahkan di dalam mimpi.

Perbedaan orang yang vulgar menunjukkan hobi bernyanyi dan orang yang suka malu-malu bernyanyi bisa dilihat dari kebiasaannya. Pertanyaannya, dimana orang tersebut berani mengekspresikan suaranya? Bagi maniak musik yang punya nyali, kebanyakan mengaktualkan hobinya melalui panggung (jenis orang seperti ini selalu kegatelan kalau ada konser musik dangdut koplo/campursari sekelas kondangan). Untuk orang yang malu-malu, biasanya lebih suka bernyanyi di kamar, kamar mandi dan di dalam hati. Kalau kebetulan punya uang, tipikal orang ini suka diam-diam pergi ke rumah penyedia jasa karaoke.

Lalu datanglah aplikasi sing by smule (kalau belum jelas baca ulasan ku di sini) yang bisa digunakan untuk mengaktualisasikan hobi menyanyi dimana pun kita berada, tanpa harus menunjukkan diri di hadapan umum. Aplikasi ini pertama diloncing di negara si pembuat aplikasi. Sungguh, waktu aplikasi ini muncul belum banyak orang indonesia yang menggunakan, karena belum banyak yang mengetahui. Nah akhir-akhir ini, dengan menggandeng kehebatan super power media sosial, aplikasi sing menyebar seantero jagad.

Orang-orang yang sebelumnya sudah keranjingan bernyanyi, seperti mendapatkan tempat bereskpresi yang cocok. Terlepas dari banyaknya suara cempreng dan mengalun tidak sesuai melodi (itu mah bukan urusan). Pokoknya "saya bernyanyi maka saya ada", begitulah kira-kira spirit para pengguna aplikasi sing by smule.

Kini banyak orang yang beryanyi, mulai temanku, tetanggaku, pakde ku, temannya temanku, dan teman temannya temanku. Mereka bernyanyi tidak mengenal waktu, tidak mengenal tempat, dan tidak mengenal siapa lawan bernyanyinya. Bahkan saya sendiri juga keranjingan untuk beryanyi setiap hari. Ini nyanyian saya : di sini, dan di sini.

Karaoke online dengan aplikasi sing by smule saat ini sudah mewabah sampai pelosok desa. Warung kopi lebih disibukkan degan smule daripada Clash of Clan. Tidak peduli apakah layak orang-orang tersebut disebut penyanyi, yang penting mereka sudah mendapatkan tempat cara untuk mengekspresikan diri melalui musik. PENTING: Gunakan dengan bijak, jangan sampai ada fatwa HARAM kepada aplikasi sing by smule. Oke, terimakasih sudah membaca tulisan ini.

Disqus Comments