WOW! Trenggalek Punya Goa Terpanjang Se-Asia Tenggara Loh

Goa Lowo. Sudah saya bilang sebelum-sebelumnya melalui blog ini jikalau Kabupaten Trenggalek itu memiliki buanyak sekali destinasi wisata yang indah dan masih sangat alami, selain itu di Trenggalek juga ada jenis wisata yang paling "ter", dan kali ini mastrigus.com mengulas salah satu destinasi wisata yang "Ter"panjang se Asia Tenggara loh. Apaan Tuh? langsung saja saya kenalkan kalian kepada Guo Lowo, Gua terpanjang se Asia Tenggara. Ngeriiiiiiii froh!

Goa Lowo atau biasa disebut Lowo Cave oleh para pelancong dari luar negeri (turis aja bangga sama ini goa, masak kamu enggak) merupakan wisata goa yang berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tepatnya di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo. digadang-gadang menjadi goa terpanjang se-asia tenggara berdasarkan hasil survey dua orang bukan kebangsaan indonesia yang bernama Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K. Siapa dua orang tersebut saya juga tidak kenal, akan tetapi jika membaca data yang ada mereka berdua ini merupakan ahli goa, yang pekerjaannya didalam goa, mungkin kali yah? hehe

Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 1984 dan menghasilkan data bahwa panjang gua mencapai 2 KM, akan tetapi menurut kata orang-orang lokal, sampai saat ini belum ada orang yang mampu masuk kedalam goa sampai habis. jadi mungkin saja 2 KM itu merupakan panjang yang bisa dicapai kedua orang tersebut.

Ada cerita bagus dari Guo Lowo, itu terjadi sebelum jembatan yang terbuat dari beton dibangun. Duulu Goo Lowo hanya bisa dilewati dengan mudah bagi orang yang membawa penerangan, jaman dulu biasa memakai senter, tapi yang paling banyak digunakan warga adalah lampu petromax:

BACA: Selamat Tinggal Petromax.

Untuk bisa memasuki Guo Lowo, pengunjung harus melewati jalanan licin yang ada di pinggir sungai yang ada di dalam goa, terkadang mereka juga harus memasuki sungai yang airnya bisa mencapai dada. Serem kan? Suasananya sunyi, hanya cericit kelelawar di gelapnya gua dan aroma tanah yang bercampur dengan tai kelelawar.

Tujuan para pengunjung ini adalah Watu Gong, jadi menurut cerita saudara ku yang pernah ke goa lowo era 90-an, tidak asyik kalau tidak sampai ke watu gong. Watu gong ini adalah batu besar (stalagnit stalagtit) yang apabila di tabuh bisa menghasilkan suara menggema ke seluruh dinding gua. Jadi keasyikan bagi pengunjung adalah ketika bisa membunyikan suara watu gong.

Namun itu dulu, sekarang guo lowo sudah tidak se-ekstrim dulu, untuk bisa mencapai lapangan di dalam goa, para pengunjung tinggal berjalan melewati jembatan beton, lampu juga sudah terang meskipun tidak benderang. Jadi kesan mistiknya sudah tidak sekuat dulu lagi.

Dan jembatan ini tidak sampai ke watu gong. Yang perlu kamu tau, jembatan hanya sampai pada lubang matahari (atap guo yang berlubang), so apabila ingin melanjutkan ke watu gong, ajaklah orang pintar, solanya sudah lama batu itu tidak dikunjungi. Nih saya kasih foto-fotonya:







Disqus Comments