Fakta Menarik Pokemon Go

Fakta menarik dari Game Pokemon Go. Bermain game, tentu menjadi kesenangan bagi semua orang. Bukan hanya bagi anak kecil, namun orang dewasa juga gemar bermain game. Apalagi dengan dibarengi kemajuan teknologi berupa smartphone dan juga komputer yang memang dirancang untuk bermain game. Jadi intinya, bermain game sekarang sudah lebih mudah untuk semua kalangan usia.

Beda zaman tentu beda genre permainan, masa-masa kecil saya misalnya, jika dulu saya hanya bisa bermain petak umpet dan gempuran (lo pasti nggak tahu ini jenis permainan apa) sekarang saya bisa bermain Clash of Clan, meski sampai saat ini masih berada di TH 2 (ngenes banget gue). Jika anak-anak kecil zaman dulu hanya bisa menonton dan bermain kartu pokemon, sekarang bisa bermain Pokemon Go, salah satu jenis game yang bisa membuat sebagian orang penting di Indonesia juga ikut nimbrung, katakan saja pak Jusuf Kala, bliao malah sangat apresiated kepada game ini, alasannya supaya penghuni negeri ini tidak stres.

Lain pak JK lain pula panglima TNI AL, dari komentar yang di siarkan di salah satu TV Indonesia bisa diketahui jika bliao melarang prajurtinya untuk memainkan game ini. Bahkan jika di gotak-gatukkan secara paksa, hampir sarujuk dengan pendapat Jonru (ngakunya orang islam tapi sering ngajari pengikutnya berprasangka buruk) yang sempat stres lantaran takut apabila pihak pengembang game yang bermukim di luar negeri sana  (asing atau aseng) sampai tahu detail tempat ibadah di Indonesia. Suram kali negeri ini, sampai-sampai para politisi ikut juweh dengan Pokemon Go. Apa sebenarnya salah pokemon?

Perbedaan paling mendasar antara tipe permainan jaman dulu (1990) dan jaman sekarang terletak pada penggunaan anggota badan (fisik). Jika dulu permainan lebih didominasi oleh gerak fisik, nah sekarang hanya didominasi oleh gerak ibu jari. Tentu ini sangat riskan sekali, kalau saya katakan bisa bahaya jika dibiarkan secara berlarut-larut, nggak percaya? coba baca ini Problematika Gadget Dalam Dunia Anak.

Memang dulu sudah ada permainan yang mengedepankan konsole sehingga tidak banyak memfungsikan gerak tubuh, misalnya playstation. Namun saya berpendapat kuat jika jenis game tersebut masih lebih baik ketimbang game pada smartphone. Playstation masih memfungsikan minimal 8 jari melalui tombol stiknya, sedangkan game pada smartphone hanya 2 ibu jari. Gerak 2 jari saja terus nggarep bisa sehat, ngefeknya itu kemanaaaa?

GAME FENOMENAL

Sebelum Pokemon Go menggegerkan dunia persilatan (dunia game maksudnya), lebih dahulu di gegerkan oleh game Clash of Clan. Bukan hayalan, sebuah kabupaten yang tergolong kecil dan terbelakang macam Trenggalek saja (itu dulu sih, sekarang sama saja) kebagian trending topiknya. Anak-anak muda yang sudah mempunyai gadget dengan OS android jellybean berbondong-bondong memainkan game ini. Warung kopi yang menyediakan wifi, laris manis didatangi orang-orang yang kranjingan dengan COC. Bukan cuma warung kopi saja, di mana ada fasilitas wifi, mereka pasti mendudukinya dengan semangat untuk berperang, menggondol elixir dan juga gold dari gamers lainnya. Sayangnya, hanya wifi yang laris, kopinya enggak. 2 jam duduk hanya memesan 1 cangkir kecil kopi, sisanya? mereka sibuk meraba-raba gadget. Sungguh antusiasme tingkat dewa.

Era COC rupa-rupanya tidak seawet dan seabadi film kuch-kuch hota hai atau film titanic, selang satu tahun semenjak dibuatnya game tersebut, para penggila COC mengalami kontrakdiksi harapan. Terang saja satu-persatu akun COC menurun seiring dengan masa upgrade TH 10 yang bisa memakan waktu seminggu (yang bener?). Sebagian pemain, mengalami kekecewaan tingkat akut lantaran akun yang dibuat untuk bermain COC hingga TH 9 tidak kunjung ada yang menawar. Maksudnya? Iya, game ini menurut analisis (saya pribadi) booming lantaran ada berita yang menyatakan ada akun COC yang dibeli hingga puluhan juta rupiah. Gileeeee lu ndrooo...!!! Dan negeri ini memang unik, diisi oleh orang-orang unik. Jika ada produk (dunia nyata maupun maya) yang dikabarkan bisa meraup duit, sekonyong-konyong langsung diserbu. Tidak peduli bagaimana sistem kerjanya, yang penting ada kabar bisa mendatangkan duit, langsung disikat. Hampir mirip dengan era ikan lohan, gelombang cinta, dan akik merah delima. Sangaaaaaar.

Dan setelah kemelut game COC yang tidak lagi diperhatikan, ada satu developer game sempalan Google yang membuat game fenomenal bergenre Augmented Reality (saya juga tidak paham itu apa). Uniknya, indonesia bukanlah negara yang menjadi target perilisan game ini, namun dikarenakan tingkat kreatifitas dan pintar dalam menduplikasi konten (terbiasa waktu buat makalah dan skripsi). Jadi, meski Pokemon Go tidak dirilis di Indonesia, tapi bomingnya di Indonesia. Sungguh biadab...

SEJARAH POKEMON GO

Pokémon Go (ditulis sebagai Pokémon GO) adalah sebuah permainan yang memadukan konsep dunia maya (bukan dunia jin) dengan dunia nyata, bahasa bekennya seperti yang saya tulis di atas, yaitu Augmented Reality. Game ini dikembangkan oleh Niantic, sebuah perusahaan sempalan milik Google. Game ini memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarungkan setiap karakter Pokémon yang ada di dalam telepon, di setiap tempat dalam dunia nyata.

Permainan ini dirilis di Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat pada tanggal 6 Juli 2016. Dikarenakan keterbatasan server karena permintaan yang tinggi saat perilisan, CEO Niantic John Hanke mengemukakan bahwa perilisan pada daerah lain masih dihentikan sampai Niantic sudah bisa memperbaiki masalah ini.

Setelah pemain masuk ke dalam permainan untuk pertama kali, pemain harus membuat sebuah karakter sebagai penangkap dan pelatih Pokémon. Pemain akan memilih warna kulit, gaya rambut, warna mata dan pakaian untuk karakter mereka di Pokémon Go. Setelah karakter dibuat, pemain akan melihat karakter sekaligus peta lingkungan sekitar yang digunakan sebagai latar permainan.

Di dalam peta itu terdapat PokéStops dan Pokémon Gym. PokéStops adalah tempat untuk mendapatkan beberapa item di dalam permainan Pokémon Go. Sedangan Pokémon Gym adalah tempat di mana pemain bisa melatih atau bertarung Pokémon dengan pemain yang lainnya.

Pemain Pokémon Go harus berjalan-jalan di lingkungan sekitar agar karakter di dalam permainan bergerak. Jenis Pokémon yang ditangkap biasanya berada di tempat-tempat sesuai dengan jenis Pokémon tersebut; misalnya, Pokémon jenis air biasanya akan ditemui di tempat-tempat yang dekat dengan air seperti di sungai, kolam, dan sebagainya (kalau Pokemon yang suka berpikiran jorok, ada ya ndak tempatnya?) Pemain juga dapat melakukan pertarungan dengan pemain lain dan memilih tim sendiri untuk menguasai daerah tertentu.

Pemain dapat merasakan sensasi menangkap Pokémon seperti di dunia nyata dengan adanya teknologi augmented reality yang menggunakan kamera telepon pintar, selain itu telepon pintar para pemain juga harus memiliki sensor giroskop agar dapat menggunakan teknologi tersebut.

"Wih, mastrigus kok tahu ya"? katamu dalam hati.
"Iya, saya serba tahu kok, saya bacanya di wikipedia, kalau mau mengerti informasi pokemon go, kamu bisa baca artikelnya di sini . Tapi jangan bilang-bilang google ya... "Jawabku dalam hati.

FAKTA MENARIK POKEMON GO

Menariknya, Pokemon Go dibuat lantaran terinspirasi oleh lelucon Google pada saat perayaan april mop. Pada saat itu Google merilis sebuah video yang berisi lokasi-lokasi keberadaan Pokemon di seluruh dunia pada Google Map. Tentu saja itu cuma tag location yang dibuat menarik seolah itu tanda keberadaan Pokemon. Faktanya itu hanyalah lelucon April Mop. Nah, karena Niantic ini merupakan kumpulan orang-orang kreatif dan pintar dalam menangkap ide, dibuatlah sebuah game bernama Pokemon Go. Tentu Niantic tidak bekerja sendiri, sebelumnya Naintic sudah mempunyai Ingress yang juga merupakan game Augmented Reality ternama. Niantic dan Nintendo (pembuat film Pokemon) bekerjasama menggabungkan properti yang mereka miliki, maka jadilah Pokemon Go. Hampir mirip dengan bapak ibu kita ya? mereka juga menggabungkan property hingga menjadi kita. Heeem, so sweet.

Eh, kamu tahu nggak apa itu april mop? kalau nggak tahu silahkan cari di wikipedia, cari sendiri yah, soalnya kalau saya sering ambil sedikit tulisannya (padahal banyak), bisa berabe urusannya. Ingat, cari tahu dulu supaya tidak jadi sok tahu. hehe. Selamat mencari. Terimkasih sudah membaca Fakta Menarik Pokemon Go.

Disqus Comments