Tips Membangun Bisnis Bagi Pemula dengan Business Model Generation

Kebanyakan para UMKM kita ketika mulai usaha langsung Action saja, sehingga tidak sedikit yang bisnisnya berjalan apa adanya. Bisnis menjadi sekedar penghidupan sehari-hari sehingga kurang berfikir untuk mengembangkan usaha. Almarhum Steve pernah berkata:

Job (Steven Paul "Steve" Jobs adalah seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc)

Saya rasa ungkapan Alm Steve Job diatas ada benarnya. Beda antara sekedar menjalankan bisnis dan membangun bisnis. Kalau sekadar menjalankan bisnis kita akan terjebak kepada rutinitas bisnis itu sendiri dan tidak sempat berfikir untuk pengembangan. Yup bisnis hanya sekadar untuk bertahan hidup sedangkan  membangun bisnis, maka tidak sekadar menjalankan namun berfikir untuk mengembangkan bisnis supaya berkembang. Dan pada kenyataanya, para pelaku binis atau pelaku UMKM di sekitar kita (kalau mau jujur) masih masuk katagori Menjalankan Bisnis tersebut.

CARA EFEKTIF MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL GENERATION (BMG)

Pada artikel sebelumnya, saya pernah menulis mengenai Cara Mudah Membuat Konsep Bisnis dengan Model Bisnis Bagi Bisnisman Pemula, silakan baca di sini. Sebenarnya di dalam artikel ini isinya memuat unsur yang sama, perbedaannya terletak pada keefektivan penjelasan dan juga efektif dalam pemahaman. Sekarang kita akan masuk kedalam materi terkait dengan pengantar yang saya berikan di atas.

BMG adalah salah satu tools sederhana yang di dalamnya ada tools BMC sebagai strategi untuk membangun bisnis. Untuk membangun bisnis kita perlu memahami model bisnis kita. model bisnis itu ibarat DNA bisnis.

DEFINISI LAIN BMG

  1. Menganalisa atau memotret bisnis yang sudah berjalan, ke depan akan langgeng atau tidak.
  2. Untuk perencanaan strategis, bagaimana mengembangkan bisnis yang sudah ada atau menghadapi persaingan.
  3. Merintis, mendirikan usaha baru.
Selanjutnya kita akan bahas lebih detail lagi terkait 9 Blok yang terdapat di kanvas BMG, akan tetapi yang perlu diingat, tool ini akan sangat bermanfaat jika diisi bersama pendamping bisnis (konsultan bisnis), supaya para pelaku usaha baru mendapatkan solusi baru apabila menemukan kendala dalam mengisi kanvas.

Bagi teman-teman pendamping (bukan pelaku usaha) BMC ini bisa sebagai tools untuk memotret kondisi bisnis binaan. Tidak perlu pelaku UMKM sendiri yang mengisikan, namun pendamping ketika melakukan assessment bisa mendiagnosa kesehatan usaha binaan dengan mengisikan blok-blok dalam BMC ini

Apa itu 9 Blok? kamu bisa baca penjelasan masing-masing blog melalui artikel yang sudah saya tulisan, baca di sini! Sekarang kita akan langsung praktik mengisi masing-masing blog dengan contoh kasus.

NOTE: Penjelasan ini disesuaikan dengan urutan yang seharusnya


Segmen Pelanggan (Business Model Generation)

Blok yang pertama tentunya menjawab siapa yang membutuhkan produk/jasa anda? atau dikenal dengan segmen pelanggan. Mendefinisikan segmen pelanggan usahakan agar spesifik, karena dengan spesifik akan lebih fokus terhadap apa kebutuhan dari pelanggan. Artinya siapa yang punya problem (masalah) yang bisa dipecahkan dengan produk atau jasa kita.

Contoh seperti UMKM binaan di Kampung Pia Gempol Pasuruan, kenapa ia jualan tanpa perlu memasarkan dan pembelinya datang sendiri? Ternyata karena produk Pia di sana dikenal murah dan berkualitas, maka segmen pelanggan dia adalah orang yang punya hajatan dan bakul kue.


Nilai Tawar Unggulan (business model generation)

Blok yang kedua adalah Nilai tawar. Maksud dari nilai tawar adalah solusi apa yang kita berikan kepada pelanggan kita, termasuk di dalamnya adalah keunggulan dari produk/jasa kita dibandingkan dengan pesaing. Contoh dari UMKM Pia diatas ternyata pelanggannya datang sendiri ke tempat usahanya karena kue Pianya dikenal murah dan enak. Nilai tawar bisa berupa Desain yang menarik, harga, kualitas, service dll. Istilah dimarketingnya USP (Unique Selling Proposition).


Kanal (business model generation)

Kita masuk kedalam Blok yang ketiga yakni Channel atau Kanal (saluran). Kanal ibarat kita bicara Sales dan Distribusi, yakni bagaimana kita menyampaikan nilai tawar kepada pelanggan. Pada gambar di atas dijelaskan bisa dalam bentuk penjualan langsung atau tidak langsung, termasuk didalamnya adalah kita membangun tim marketing dan Sales, juga strategi pemasaran dan promosi yang dilakukan. Contoh di Kampung Pia ditas, ternyata didepan rumahnya (sekaligus tempat produksi) dibuat semacam toko kecil yang menjual Pia.

Sampai di sini apa ada pertanyaan?

Disqus Comments