Dian Umbara antara Ada dan Tiada

Kalau bukan karena gosipan teman, mungkin tulisan ini tidak pernah ada, iya, bahkan tidak pernah terpikirkan untuk menulis tentang pendekar sekte karungan yang kabarnya telah berhasil mendapatkan uang berkarung-karung dari google adsense.

Siapa dia pemilik nama dunia maya Dian Umbara? woles aja guys, sumpah demi serapah saya pun tidak tahu siapa dia. Yang jelas namanya tersohor ketika beberapa waktu yang lalu menyebarkan SS (bukan suka susu bray, tapi skrinsot) melalui akun FB nya. 

Pun dunia blogger tergunjang dengan hebat, biasalah bray, berita yang menjadi harapan seluruh blogger (dapat dolar banyak) akan segera terendus dengan cepat. Ada yang takjub dan langsung mengatakan "angkat aku jadi muridmu suhu...", ada yang tidak percaya perihal uang milyaran di meja Dian Umbara lantas nyinyir dan menganggap itu tipu-tipu, ada juga yang woles (biarkan saja) tanpa reaksi. Yang jelas mereka yang tanpa reaksi tersebut sebenarnya telah bereaksi.

Saya pun latah ingin mengetahui siapa sebenarnya Dian Umbara, lantas jurus ketik keyword "Dian Umbara" di google search langsung saya rapalkan. Namun tidak seperti kehebohan penganut sekte karungan yang biajigur banget ramenya, kata kunci Dian Umbara nyata-nyata di kuasai oleh pacebuk. 

Indek google atas nama Dian Umbara memang tak sefantastis keyword Eka Lesmana, namun kabar yang saya cari di google, banyak yang menyatakan total keberhasilan dalam meraup harta google lebih banyak didapatkan Dian Umbara dibanding Eka Lesmana. 




Sobat penulis bernama Hazmi SRONDOL (sebenarnya saya tidak kenal) menulis di kompasiana bahwa Dian Umbara merupakan blogger yang mengaku mengakui dirinya sebagai "pengangguran' dan anak ndeso.

Sedangkan media lain mengatakan kalau Dia Lesmana adalah tukang angon bebek yang berhasil mendapatkan 100 juta dari ngeblog.

Cerita model begini memang keren untuk disimak,berangkat dari ketiadaan menuju kesuksesan, berangkat dari cerita kerja berat lalu kerja keras dan fokus lalu berhasil mendapatkan impian melampaui tingkat kewajaran manusia lain.

Jadi pantas jika dunia blogger beberapa waktu lalu sibuk mencari sosok-sosok sukses dalam dunia blogger. Tujuannya satu, berharap bisa mendekati blogger sukses ini untuk mencari tahu tips dan triks yang telah mereka pakai. Termasuk mencari tahu sosok Dian Umbara.

Saya termasuk blogger kasep yang baru membahas Dian Umbara. Toh alasannya seperti yang saya tulis di awal paragraf tadi. Saya termasuk orang kuper dan kudet(kurang update) untuk masalah beginian. 

Merinding sih melihat uang pecahan seratus ribu tumpuk-tumpuk di meja, itu uang beneran apa uang-uangan. Namun untuk bisa berteman di medsos dengan Dian Umbara, rasa-rasanya belum begitu tertarik. 

Kenapa bisa begitu? Ya paling-paling saya akan langsung di anggap dalam bisikan qalbunya jika saya adalah salah satu dari ribuan orang yang ingin berteman untuk menanyakan perihal tips mendapatkan dolar segitu banyaknya. Lebih baik kan mawas diri bray sambil berharap bisa bernasib sama (nasib dapat dolar banyak saya, untuk yang lain kagak)

Akhirnya, semoga mas Dian Umbara tetap mendapatkan receh milyaran. Apapun itu, benar tidaknya kabar itu, tidak perlu lah kita mencari kebenarannya. Toh melihat uang berserakan di meja segitu banyaknya kan sudah untung. Yang penting, teruslah ngeblog sebelum ngeblog itu dilarang.

Disqus Comments