Sukses itu hanya milik manusia yang memberikan kemudahan bagi manusia lain tanpa memandang agamanya

Sukses, sebuah kata yang sampai hari ini masih digandrungi manusia untuk digapai, satu kata tersebut bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk bekerja keras dan belajar cerdas. Sukses banyak didengung-degungkan oleh banyak orang. Katakanlah Mario Teguh, dia pernah moncer gegara kerap merangkai kata-kata indah untuk meraih kesuksesan. Andre Wongso, bapak motivator Indonesia tersebut pada zamannya juga kerap mengajak orang untuk berpikir positif menuju kesuksesan.

Namun sukses bukan perkara mudah untuk digapai, meskipun seseorang sudah bekerja keras untuk menggapai kesusksesan tersebut, namun belum tentu ia akan cepat menemui kesuksesan.

Oh ya, sebenarnya setiap manusia punya standar kesuksesan sendiri-sendiri, jadi tidak bisa apa yang sudah saya anggap sukses bisa kamu pandang sebagai kesuksesan. Itu berlaku karena banyak sekali nilai-nilai kesuksesan dalam hidup ini.

Namun yang paling dominan adalah, kesuksesan itu dinilai dari unsur materialistis. Misalnya, ada teman sekolah yang sekarang sudah kaya, punya mobil, punya rumah besar, punya istri atau suami dapat dinilai sebagai sukses.

Dan itu tidak salah, kembali lagi pada apa yang saya katakan, karena penilaian kesuksesan itu beragam, menilai kesuksesan dari seseorang berdasarkan materialistisnya itu juga sah-sah saja. Bukankah itu sudah menjadi kesepakatan tak tertulis.

Lantas, jika kita menilai kesuksesan dari berapa harta yang telah dikumpulkan. Maka ada beberap hal yang bisa dijadikan contoh.

Misalnya saja dalam dunia digital ini saya merujuk pada pendiri facebook dan pendiri google, kenapa mereka bisa sukses?

Atau dalam dunia otomotif misal yamaha, honda suzuki, kenapa mereka bisa sukses?

Dua contoh di atas kalau menurut saya sendiri tidak terlepas dari kemudahan mereka dalam memberikan kemudahan bagi manusia lain.

Facebook misalnya, apakah sebelum ada facebook kamu dapat berkomunikasi dengan teman-teman lamamu setiap hari, apa kamu bisa mengetahui keberadaan mereka? jawabanya bisa, namun lebih sedikit ketimbang setelah adanya facebook.

Google terbukti memberikan kemudahan bagi pengguna internet untuk mencari informasi. bahkan google memberikan layanan surat elektronik gratis kepada kita sehingga kita lebih muda mengirim surat kepada yang lain.

Dalam dunia otomotif juga seperti itu, apakah sebelum ada kendaraan bermotor kita bisa menempuh jarak ratusan kilo dalam waktu sehari? sepertinya tidak mungkin. Yamaha, honda, suzuki dan produsen kendaraan yang lain telah menjadikan jarak bukan sebagai penghalang. Mereka memudahkan manusia lain untuk bepergian.

Ada berbagai karya yang diciptakan oleh orang lain untuk memudahkan manusia lainnya. Dan justru yang paling banyak disebut sukses adalah mereka yang memberi kemudahan, tidak pada yang diberi kemudahan.


SUKSES ITU HANYA MILIK MANUSIA YANG MEMBERIKAN KEMUDAHAN BAGI MANUSIA LAIN.


Ini bukan hasil penelitian, namun lebih pada hasil analisa saya sendiri (saya memang suka keminter). Jadi saya berani mengatakan ini karena jelas bagi mereka yang dapat memberikan kemudahan bagi yang lain maka akan dimudahkan oleh ALLOH.

Saya orang islam, maka saya tahu bahwa islam mengajarkan umatnya untuk hidup saling tolong menolong bagi sesama manusia.

Hal ini sudah di jamin oleh Alloh SWT:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya.” Beliau juga bersabda: “Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya.” (HR. Muslim).

Jelas bahwa memberikan kemudahan bagi yang lain merupakan salah satu kunci kesuksesan.

Kalau ada orang yang setiap hari bekerja keras namun belum sampai pada titik kesuksesan (nilai materialistis), bisa intropeksi diri. Siapakah yang sedang ia beri kemudahan? orang lain atau dirinya sendiri?

Sebutan diri sendiri itu bisa mencakup keluarganya. Sedangkan orang lain adalah orang yang bukan siapa-siapa kita, bahkan cenderung tidak kenal.

Banyak orang yang bekerja pada perusahaan namun ekonominya tidak kunjung membaik, mungkin saja niatnya hanya mencari uang saja.

Maka rumus menggapai sukses itu begini (menurut saya) SUKSES= NIAT BAIK + BERKARYA + MEMUDAHKAN ORANG LAIN. Percayalah

Disqus Comments