Alasan Kenapa Sulit Menulis Seperti Dulu

Mastrigus.com - Menulis bukan pekerjaan yang sulit jika sudah menjadi kebiasaan. Namun meskipun begitu, kadang kala seorang penulis blog bisa menemui masa-masa di mana menulis adalah pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan. Untuk kasus yang seperti itu disebut writer's block, sudah pernah ku tulis di sini.


Selain writers's block ternyata ada lagi masalah yang membuat seorang penulis blog begitu kesulitan untuk menulis, karena merasa tidak bisa mempertahankan model-model tulisan sebelumnya. Aku sendiri juga mengalaminya. 

Dahulu aku begitu enjoi menulis artikel blog yang ku posting di blog ini, aku mudah memilih kalimat serta gagasan untuk kemudian ku uraikan melalui tulisan. Namun sekarang, hanya untuk memulai satu tulisan saja, aku merasa kesulitan dan was-was, janga-jangan apa yang ku sampaikan nanti tidak menarik orang karena tidak seperti dahulu (padahal aslinya tidak ada yang meminati loh).

Aku mengakui jika kebiasan menulis ini berawal dari hobi ngeblog. Dahulu memang masih memakai cara-cara brutal seperti melakukan full kopi paste artikel orang dan membenamkannya di blog ini. Namun seiring waktu, kebiasan kopas sudah tidak lagi aku lakukan, karena tahu bahwa itu tidak berdampak positif pada blog yang kita kelola, selain itu banyak mastah yang mewanti-wanti supaya tidak melakukan kopas. 

Alhasil, dari yang semula belajar menulis, kadang kopas tulisan orang, hingga berkomitmen untuk belajar menulis sesuai kemampuan sendiri menjadikan aku terbiasa menulis di blog. Tinggal menghadap laptop dan menyiapkan gagasan, baru setengah jam saja tulisan kelar. 

Berawal dari ngeblog, kenalan para blogger pun semakin bertambah, trafik blog juga semakin bagus, bahkan penghasilan dari google andsense sudah bisa aku rasakan. Saat itulah aku ingin mencoba hal baru. Alih-alih sudah terjun bebas sebagai penulis blog, aku berniat untuk belajar menulis secara serius.

Jika biasanya aku menulis tutorial, tips dan trik bahkan perjalanan wisata, kini mencoba untuk menulis tulisan esai, reportase dan opini. Tulisan-tulisan itupun langsung diedit oleh seorang teman, dia sudah sangat jago dalam menerapkan tulisan yang baik dan benar sesuai aturan baku penulisan. 

Lambat laun aku mulai belajar bagaimana cara menulis yang bagus, serta berkualitas. Mengedepankan aturan-aturan baku penulisan, mulai bisa membedakan penulisan di untuk awalan tempat dan di untuk awalan kata kerja. Dipandu langsung oleh seorang ekspert, ,meskipun tidak 100% menyerap apa yang ia beritahukan, namun bisa mengetahui nilai-nilai tulisan yang ada pada karyaku sendiri.

Hasilnya, aku jadi terlalu banyak berpikir ketika menulis, bahkan tulisan sederhana untuk blog kecintaan ini. Gagasan-gagasan tulisan yang sering keluar (biasanya tentang tutorial gadget atau tips dan trik) kini tidak lagi subur. Tulisan sekarang lebih banyak pada realita kehidupan, kritik terhadap penguasa atau sekedar mengabarkna potensi suatu wilayah tanpa harus mengekploitasinya.

Dengan perasaan yang harusnya bisa dikatakan lebai ini aku menjadi minder untuk menulis di blog ini, apakah gaya tulisan saat ini masih relevan jika aku terapkan di blog. Jujur, tulisan yang saya post di mastrigus.com lebih banyak mendatangkan viewer ketimbang tulisan yang dipost di situs satunya (saya menulis di nggalek.co). Aku beranggapan jika tulisan yang banyak diminati oleh peselancar blog adalah tulisan ringan dan diperlukan (semacam tutorial flash android). Blog ini lama tidak terurus, trafik cenderung menurun bahkan penghasilan juga menurun.

Teman saya yang suka membaca dan menulis mengatakan jika itulah yang disebut sebagai "kemajuan mindset menulis" saat di mana seseorang merasa jijik membaca tulisan-tulisan yang dulu atau bahkan memuji tulisannya sendiri karena tahu bahwa tulisan yang ia buat dahulu bagus atau tidak bagus.

Padahal dalam dunia ngeblog, segalanya bermula dari keyword. Blog dibuat rata-rata karena ingin blognya ramai dikujungi dan banyak mendatangkan trafik. karena dari trafik inilah dollar bisa mengalir. Sedangkan menulis tulisan serius dan berat (yang hampir tidak ada lucunya, menurutku) jarang-jarang diminati oleh orang. Mungkin juga itu alasan dimana banyak situs berita lebih senang memberitakan berita populer ketimbang memberitakan berita serius.

Aku ingin menulis seperti dahulu, menulis tulisan ringan dan enjoi. Menulis yang bisa dikerjakan saat santai sekalipun. Tapi masih kesulitan untuk mengingat kembali bagaimana caranya menulis seperti itu. Kira-kira pembaca ada yang mengalaminya?

You Might Also Like: