6 Tahun Bersama Honda Vario Techno Karbu

Semenjak menjalani kehidupan di dunia ini, baru pertama kalinya saya bisa membeli sepeda motor, dan pilihan pertama jatuh pada honda vario, motor bebek berkapasitas 110 cc dan masih memakai karburator.

Sepeda motor garapan honda ini memang tidak stenar vario techno 125 cc, dan juga tidak secanggih dia. Jila vario techno sudah memakai sistem injeksi sebagai dapur pacunya, vario techno 110 cc masih tetap mempertahankan karburator sebagai dapur pacunya. Alhasil, banyak pemakai vario karbu mengatakan jika motor ini boros.

Jelas sekali pendapat ini saya benarkan, karena saya sendiri juga memakainya selama 6 tahun. Nyaris tak tergantikan meski varian motor dengan type dan merk sudah banyak beredar. Namun belum ada yang bisa mengubah keinginan saya untuk membelinya.

6 tahun melakukan perjalan denganya, banyak sekali kisah yang bisa diceritakan. Mulai dari kisah sparepart yang tidak tangguh-tangguh amat, hingga kisah kekecewaan karena tenaganya tidak segarang ninja 250. 😀

Tercatat selama ini sudah 1 kali mengganti vanble, sekali mengganti skok belakang, 3 kali mengganti ban depan maupun belakang, 4 kali mengganti aki dan belum pernah turun mesin.

Memang secara pemakaian motor ini tidak terlalu saya manja-manja. Naik gunung turun gunug juga melewati lembah-lembah, lancar di jalan aspal atau jalan makadam maupun jalan tanah. Tidak pernah nganggur barang satu hari. So dengan seringnya pemakaian berbanding lurus dengan kerusakan sparepart yang terlalu cepat.

Motor ini saya beli sebelum menikah, dan sekarang sudah memiliki 2 orang anak tapi motor vario karbu belum menunjukkan gejala turun mesin, yah mudah-mudahan awet lah. Soalnya belum ada fulus buat beli motor baru.

Servicenya pun tidak rajin tiap bulan, tapi kalau pas lagi pengen aja baru saya bawa ke bengkel. Ganti oli mesin dan gardan seingatnya saja, kalau mesin terasa berat baru diganti. Pokoknya untuk persoalan perawatan tidak ada yang spesial.

Di tempat saya tinggal jarang-jarang ada yang punya type motor ini, mungkin karena tidak terlalu banyak diproduksi, atau mungkin karena pertimbangan lain semisal nanggung beli bario techno karbu karena tidak lama berselang setelah motor ini dilaunching, honda sudah mengeluarkan type baru yang lebih baik.

Setiap orang punya kehendak sendiri kepada motornya, misal setelan mesinnya. Seingatku sudah beberpa kali motor ini diservice banyak bengkel, termasuk dealer honda, tapi hanya ada 1 bengkel yang bisa menyetel mesin motor ini sehingga nyaman sekali dipakai. Jadinya untuk perawatan tidak berkala, saya percayakan pada orang tadi. Oh ya, pernah saya bawa ke dealer honda cuma stelannya jelek sekali.

Honda vario techno 110 karbu ini boleh dibilang lawas dan nggak kekinian, tapi disisi lain ada banyak kemudahan yang bisa diunggulkan seperti:

1. Mudah servicenya, karena hampir semua bengkel motor bisa melakukannya. Itu karena masih memakai karburator.

2. Kehabisan bensin tidak masalah, tinggal diisi lagi langsung bisa dihidupkan. Sudah puluhan kali saya kehabisan bensin ditengah jalan. Mungkin sudah kebiasan ya jadinya malas mau ngisi. Tapi karena karburator, kejadian ini tidak menjadi persoalan rumit. Tidak seperti injeksi yang bakal berabe kalau sampai kehabisan bahan bakar.

3. Sparepartnya mudah didapat. Ya jelas sekali, karena jenis sparepartnya hampir sama dengan jenis motor vario lain.

4. Tidak mudah panas, karena sudah ada radiator yang siap mendiginkan mesin. Meski radiotornya kecil, tapi selama ini belum pernah menemui kendala.

Pokoknya mah saya sayang banget sama vario techno karbu, meski banyak kekurangan tapi banyak hokinya. Gimana menurutmu?

You Might Also Like: