Cerita Sukses Mas Timon, Dari Kepala HRD Hingga Menjadi Blogger Sukses

Cerita sukses blog ini saya tulis untuk memberikan motivasi bagi kalangan muda yang sulit mencari pekerjaan, juga sebagai petunjuk bahwa kata "pengangguran" bukanlah kata yang tepat disematkan bagi para kawula muda kekinian. Karena jika kita serius berusaha dan yakin pada kemampuan diri, jalan kesuksesan akan mudah ditemui. So yakinlah. Artikel ini adalah artikel kisah nyata.

Belajar Blog Dari Mas Timon

Mungkin saja, saat ini saya tidak bisa menulis di blog dan mendapatkan penghasilan darinya jika tidak pernah bertemu Mas Timon. Berawal dari rekrutmen pekerjaan di sebuah perusahaan tambang di Kalimantan Timur, saya mencoba peruntungan untuk mendaftar dan berdo'a agar bisa masuk di perusahaan tersebut, dan alhamdulillah ternyata saya diterima.

Perusahaan mencari karyawan untuk menempati posisi admin produksi yang bertugas untuk mencatat  dan menghitung segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi tambang. Sebelumnya, karyawan yang menempati posisi ini telah mengundurkan diri karena berhasil diterima di perusahaan lain dengan jabatan yang lebih tinggi, yaitu kepala HRD.

Akan tetapi sesuai perjanjian kerja, karyawan yang mengundurkan diri tersebut harus menunggu sampai didapatkannya karyawan baru sebagai pengganti serta wajib untuk mentrasfer pengetahuanya tersebut pada karyawan baru, waktu itu, dia diberi waktu sampai 1 bulan penuh.

Karyawan pengganti tersebut adalah saya, sedangkan karyawan yang diganti adalah Mas Timon, jadi selama sebulan penuh saya selalu bersama-sama Mas Timon, termasuk mempelajari rumus-rumus excel  dan berbagai aplikasi untuk menghitung berapa jumlah batu bara yang didapat per hari, berapa solar yang dipakai alat berat, berapa jam kerja mekanik shift siang dan malam, berapa jam kerja operator alat berat shift siang dan malam, mengatur cuti  600 karyawan dan lain-lain.

Nyaris saya tidak bisa menguasai semua beban tersebut, tapi berdasarkan pengalaman kerja sebelumnya dan berkat ketelatenan Mas Timon mengajarkan ilmunya, saya bisa menguasai beban tersebut sebelum genap satu bulan. Menyoal pekerjaan di perusahaan, itu hanya persoalan waktu saja, karena beban kerjanya fokus dalam hal tertentu maka lebih mudah untuk menyesuaikan diri.

Saya bisa berkomunikasi mudah dengan Mas Timon, karena ternyata dia bisa berbahasa jawa, jadi misalnya saya membuat candaan berbahasa jawa atau sekedar misuh kepadanya, dia paham dan kita bisa tertawa bersama.

Disela-sela transfer knowledge tersebut, ternyata Mas Timon memiliki kesibukan lain, yaitu mengelola sebuah blog, seingatku nama blog nya dahulu adalah Dunia Internet, itu blog fenomenal sebelum google memutuskan untuk menghapusnya, itu terjadi setelah google meluncurkan algoritma baru yang sama sekali tidak memihak kepada blogger konten copas dan konten bukan konsumsi anak kecil. Waktu itu dia sudah bisa menempati posisi pertama di pencarian google, dan bisa mendapatkan trafik yang luar biasa banyaknya. Banyak untuk ukuran saat itu.

Saya tertarik untuk bisa ngeblog, maka saya langsung minta kepadanya untuk mengajari cara membuat blog. Bahkan email untuk blog pertama kali saya dia yang membuatkannya. Beberapa tips ngeblog diturunkan kepada saya, termasuk artikel apa saja yang banyak dicari oleh orang-orang.

Sejak saat itulah, ketika semua pekerjaan sudah selesai dikerjakan, saya dan Mas Timon bermain-main di blog, sebagai pemula saya selalu keranjingan untuk membuat pernak-pernik di semua sisi, haha. Bahkan waktu itu masih belum mengerti apa itu SEO, research keyword, niche dan istilah-istilah dalam ngeblog.

Sejak saat itulah, ketika Mas Timon sudah tidak lagi bekerja satu perusahaan dengan saya dan diterima menjadi supervisor HRD (kabar terakhir naik jabatan jadi kepala HRD), saya sedikit demi sedikit mempelajari blog dengan serius, bahkan sampai saya mengundurkan diri dari perusahaan dan kembali ke Trenggalek, saya masih tetap ngeblog.

Saya masih berhubungan dengan Mas Timon melalui sms atau telpon, dan anehnya menurut penjelasannya, dia tidak lagi aktif ngeblog. Kesibukan telah membuatnya kewalahan untuk membuat artikel. Hingga pada akhirnya blognya di hapus google, sedangkan saya sendiri mulai menemukan kenyamanan dalam blog.

Banyak Tulisan Hasil Kopas dan Berbau Lendir

Dahulu, sebelum kita dewasa mengelola blog dan mungkin masih polos, banyak artikel-artikel yang dihasilkan dari kopi paste artikel blog lain. Bahkan karena tergiur dengan trafik yang dihasilkan dari konten-konten de-wasa, akhirnya juga membuat konten seperti itu, meskipun hanya gambar rada-rada menggoda.

Saya mulai belajar menulis serius dan memproduksi artikel-artikel sendiri semenjak berkenalan dengan Bang Adhy Suryadi si pemilik kompiajaib.com, ia banyak memberikan saran kepada saya tentang bagaimana artikel yang bagus dan layak untuk dikonsumsi umum. 

Mungkin saja, blog saya dan blog Mas Timon yang di remove google karena banyak menyalahi aturan tersebut. Saya insaf, dan ingin menjadi blogger baik, yang menyebarkan artikel berguna dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Itu adalah proses belajar yang lama dan menyakitkan, karena bagi seorang blogger yang pernah terbaned oleh google sedangkan trapik blognya banyak, itu adalah hal paling menyakitkan dalam dunia blogger.

Saya mulai serius dengan membuat blog mastrigus.com, sedangkan Mas Timon memberikan kabar kepada saya jika ingin memulai kembali membuat blog yang benar dari awal. Ia merencanakan untuk serius dan menulis artikel sendiri, berhenti melakukan kopas dan menghindari artikel-artikel yang dilarang google.

Belajar Mengelola Blog dengan Benar

Sepulang dari Kalimantan saya mempelajari blog dengan benar, belajar menulis artikel yang baik, mendaftarkan blog ke Google Adsense (alhamdulillah diterima setelah lebih dari 10 kali mencoba), bertemu dengan blogger-blogger Trenggalek.

Saya dan Mas Timon kerap melakukan diskusi, bertukar pengalaman dan sharing terkait menjadi blogger yang baik, hingga dia merasa yakin untuk membuat blog lagi bernama Mastimon.com

Memang tidak ada yang bisa mengalahkan keseriusan dan fokus pada suatu hal, disela-sela ia menjabat sebagai HRD, Mas Timon tetap mengelola blognya dengan baik, sesekali ia bertanya kepada saya mengenai blog. Saya hanya mengatakan kembali apa yang ia katakan pada saya dahulu. Kita tetap berdiskusi bersama. 

Penghasilan Mas Timon Setiap Bulan

Kemarin, saya kaget sekali ketika membaca sebuah tread di grup Facebook blogger, di sana saya menemukan akun Mas Timon sedang memposting screenshot penghasilan adsense dalam jumlah lumayan besar, ia mengatakan penghasilan rata-rata sebulan Rp.11.000.000,- otomatis screenshot tersebut membuat geger para anggota grup. Jumlah yang besar untuk pemula yang belum genap setahun mengelola blog. Saya juga merasa kagum dengan pendapatannya tersebut.

Tanpa pikir panjang saya menghubungi-nya melalui messenger, ia membalas dengan cepat seperti biasanya jika ia pas di depan laptop, kita berdialog yang kira-kira begini:

Saya: Mas itu benar ya? penghasilan sampean sudah 11 Juta/bulan

Mas Timon: Benar mas, syukur saya sudah bisa cair tiap bulan segitu

Saya: Wah mantab sekali mas, saya kalah lagi dong

Mas Timon: Ayo mas semangat, saya ini juga menerapkan apa yang kamu katakan pada saya lo

Saya: Loh, benar seperti itu? Terus kerjaan HRDnya gimana

Mas Timon: Iya benar mas, Saya sudah resign mas, ingin serius mengurusi blog dan usaha di rumah saja, ini lebih nyaman asalkan serius, dan lagi, saya memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga.

Saya: Kalau begitu selamat ya mas, saya pasti kejar itu, do;akan saja saya bisa. Tapi jangan lupa bagi-bagi tipsnya ya.

Mas Timon: Siiiiip, semangat pokoknya.

Dari Kepala HRD Hingga Menjadi Blogger Sukses

Sebenarnya bukan kali pertama ini saya mendengar kisah sukses blogger yang meninggalkan kenyamanan atau menuju kenyamanan dan akhirnya mendapatkan penghasilan besar dari blog. Seperti Eka lesmana misalnya atau Dian Umbara si pendiri sekte karungan. 

Namun cerita nyata Mas Timon ini sebenarnya bisa memberikan inspirasi bahwa, pengangguran itu hanya bagi orang yang tidak mau bekerja keras, dan meskipun punya jabatan tinggi, namun karena tidak nyaman bisa juga menjadi seorang blogger saja, Serius dan dapatkan hasilnya.

Mudah-mudahan saya bisa mendengar cerita sukses lagi dari sahabat-sahabat saya, yang mau membagi pengalamannya untuk tujuan memberikan inspirasi. Akhirnya, selamat ya Mas Timon Adiyoso.
Disclaimer: Artikel dalam blog mastrigus.com ini sepenuhnya hasil karya pribadi yang ditulis dengan ketulusan dan cinta. Tidak diperkenankan mengambil isi artikel tanpa izin ke pemilik. Jika butuh, silakan hubungi saya di 081231756711 (WA ONLY).

BACA ARTIKEL LAINNYA: