Cerita Tentang Vespa, Motor Paling Peka Jaman

Mastrigus.com - otomotif. Tiba-tiba saya keinget sama kuda besi tua yang dulu pernah mewarnai kehidupan di kota Samarinda. Iya bro saya dulu penikmat vespa dan sempat menggilainya. Meskipun sekarang juga masih sering ngebet jika melihat para raider vespa bergerombol menuju ke suatu tempat.

Awalnya sih nggak sengaja beli, pas main di tempat kawan tiba-tiba dia nyelonong berkata pengen melelang vespanya. Tawarannya nggak mahal waktu itu, cuma 700 ribu. Body masih oke karena baru didempul. Mesin juga kece, katanya yang punya kagak sering macet. Karena sedang pegang uang akhirnya saya beli juga.

Langsung deh si vespa buat jalan-jalan, memutari perumahan loajanan indah sampek ke stadion palaran, stadion yang dulu pernah dipakai PON (pekan olahraga nasional. Memang mengendarai vespa itu asyik. Kesan santai dan elegant jelas sekali terasa disetiap geberan. Nggak seperti saat melihat para bikers vespa yang serba rombengan, tapi saya merasakan kesan santai. Keren dah.

Nggak puas dengan beberapa kendala, saya bawa ke bengkel saat itu juga, beruntung di sana ada bengkel yang khusus modifikasi vespa. Jadi tenang. Nah vespa ku dulu masih pakai platina, jadi nyaman dan tidaknya saat dihidupkan tergantung pada setelan platinanya. Si tukang bengkel membemahi hingga sore hari. Nah, vespanya jadi enak, sekali sentuh engkolnya bisa langsung hidup. Suaranya khas banget lah, namanya juga Vespa.

Setelah itu Vespa saya cuci sampai bersih dan mengganti oli sampingnya dengan yang mahalan dikit, jadinya asap yang keluar berbau wangi, haha. Meski harga Vespa yang saya beli murah namun untuk ukuran style harus tetap kece dong. Tidak lupa bensin saya isi penuh soalnya malamnya nanti saya sudah janjian dengan teman untuk pergi ke tempat karaoke.

Sehabis shalat Isya' saya dan beberapa kawan pergi ke tempat ya sudah direncanakan. Saya ajak Vespa baru untuk jalan-jalan, cuman naas, malam itu di pertigaan jalan sebelum jembatan Mahakam Samarinda, motor Vespa saya menabrak motor Vixion sampai terjatuh. Bukan salah Saya juga sih, pengendara motor Vixion tersebut nyelonong menerjang lampu merah.

Yang saya herankan motor Vespa saya sama sekali tidak terkena kerusakan. Padahal lawannya motor berat. Eh masih beratan Vespa kali ya, kan Bodynya full besi. Sipenunggang Vixion awalnya marah-marah tapi karena dia salah, persoalan tidak menjadi panjang. toh motor saya tidak apa-apa. Hahahaha. Rencana ke tempat karaoke lanjut dah.

Punya motor Vespa itu asyik, meski melakukan perjalan jauh sendirian tapi tidak takut. Komunitas vespa banyak, dan rata-rata mempunyai solidaritas tinggi. Kalau masalah vespa macet, wuuih udah nggak kebayang banyaknya. Pernah suatu kali vespa saya macet gegara platinanya bermasalah. Kusandarkan saja vespa di tepi jalan sambil otak-atik sendiri. Dan alhamdulillah ada seorang pengendara vespa lewat. Dianya langsung turun dan menyalami saya, menanyakan kenapa gerangan motornya. Nah, pengendara vespa ini tanpa ba bi bu langsung membantu membenahi sampai bisa. Baik banget kan, padahal saya tidak kenal.

Orang-orang vespa tetap rukun, mau vespa model gimbal, atau vespa versi nyentrik semuanya tetap memiliki solidaritas tinggi. Merasa punya rasa senasib dan sepenanggungan. Pokoknya vespa mah kereeeen.

Meski usang dan gimbal, istri saya juga senang sekali waktu ku bonceng jalan-jalan. Katanya vespa ini romantis, penuh kenangan (entah kenangan bersama siapa ya).

Nah ini ceritaku tentang vespa bro, kalau kebetulan kamu menemukan artikel ini dan kamu adalah penunggang vespa, salam kenal ya. Semoga vespa selalu ada. Oh ya gan, itu yang di atas foto gue sama istri saat di stadion palaran samarinda.
Disclaimer: Artikel dalam blog mastrigus.com ini sepenuhnya hasil karya pribadi yang ditulis dengan ketulusan dan cinta. Tidak diperkenankan mengambil isi artikel tanpa izin ke pemilik. Jika butuh, silakan hubungi saya di 081231756711 (WA ONLY).

BACA ARTIKEL LAINNYA: