Tips Supaya Tidak Grogi Saat Ijab Kabul

Sudah menikah belum mblo? Kalau belum cepetan nikah sana, supaya burungmu tidak hanya berfungsi sebagai alat kencing. Lagian buat apa nunggu mapan dulu, nikah itu sunnah yang baik. Malah menikah terbukti memapankan kehidupan lu-lu pade.

Kemarin ceritanya saya lagi nemenim teman menikah, sumpah demen banget melihat temen-temen yang dapat melewati ijab kabul dengan lancar jaya. Dengan begitu berarti saya punya teman untuk curhat menghadapi kegarangan bini, hahaha. Eh bukan begitu maksudnya, tapi melihat teman-teman yang kita miliki menikah, bisa dijadikan motivasi bagi kita sendiri. Baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah.

Misalnya nih, elu belum menikah dan dimintai tolong temanmu untuk menemaninya ijab kabul. Langsung tuh hati lo kejet-kejet ngarep supaya ada yang mau nikah saya lo. Iya nggak? Ngaku aja.

Atau bagi yang sudah menikah seperti saya ini, menyaksikan temen yang menikah, serasa mengenang masa lalu. Teringat saat-saat betapa groginya saat ijab kabul dan merasakan sensasi plong sesaat setelah ijab kabul selesai. Selanjutnya, yang terpikirkan di dalam hati, gimana caranya melakukan belah duren. Hahahaha, nak dek nak dek.

Ok Mblo, buat lo yang nggak bisa membayangkan bagaimana menikah itu, saya kasih tahu ya. Meskipun sudah puluhan kali seorang lelaki muslim menikah, tapi yang namanya nerves saat ijab kabul musti selalu ada. Makanya tidak ada obat mujarab untuk menghilangkan nerves saat ijab kabul selain ijab kabul itu sendiri.

Tapi, meski tidak bisa menghilangkan rasa nerves, kita bisa sedikit menghilangkan rasa grogi. Apalagi bagi seseorang yang nikahnya masihs satu kali. Nah, gimana tipsnya:
  1. berlatihlah menghafal lafads qabul dengan benar. Pakai bahasa yang kamu mengerti. Kalau kamu tidak bisa bahasa jerman, kagak perlu pakai bahasa itu, lagian pak naibnya banyak yang belum bisa. Nah, hafal selama sehari tiga kali sebelum makan dan tidur. Kira-kira lafasnya seperti ini "saya terima nikah dan kawinnya bla bla bla binti bapak bla bla bla dengan maskawin bla bla bla saya bayar tunai". Tunai lo ya, kagak usah kontan. Redaksi bisa berubah tergantung pak naibnya.
  2. Wudhu dulu sebelum ijaban. Ini saya nggak tahu hukumnya, cuman karena ini adalah kejadian sakral sepanjang hidup, ada baiknya kamu bersuci dulu supaya jiwa-jiwamu tenang. Nggak ada salahnya bersuci sebelum ijaban.
  3. Yakinkan pada dirimu bahwa kamu laki-laki yang pantas buat dia. Kalau merayu calon istrimu sampai berbusa-busa saja bisa, kalau ngucapin kalimat kabul aja masak ngak bisa. Kalau kamu yakin pada dirimu bahwa kamu adalah lekaki yang paling cocok buat calon istrimu, pasti apapun akan kamu lakukan, termasuk ngucapin kalimat sakral ini. Nah, kalau kamu sudah merasa yakin, pasti kamu tidak grogi lagi.
  4. Ajak orang dekatmu untuk menemani ijab kabul. Jangan lupa, suporter sangat menentukan kepedean pemain. Oleh karena itu wajibek bagi kamu untuk membawa orang-orang dekatmu turut serta dalam pernikahanmu. Minimal saat kamu sedang grogi menghadapi calon mertua dan pak naib, ada orang yang bisa membuatmu tenang.
  5. Jangan lupa bawa maskawinya. Kalau sampai kamu lupa bawa maskawin, ini bisa masuk guines book kategori ceroboh sepanjang hidupmu. Saya tidak bisa membayangkan betapa sibuknya hatimu kalau sampai meninggalkan maskawin di rumah. Kecuali kamu sudah hafal juzz 30 dan kamu jadikan sebagai maskawin. Pokoknya jangan sampai lupa guys.
Nah itu saja mungkin sudah cukup ya untuk membuat mu tenang dan meringankan kegrogian saat menikah. Terimakasih sudah tersesat di mastrigus.com 

You Might Also Like: