Berhenti Memakai Windows Bajakan dan Migrasi ke Linux

Sebelumnya, untuk menunjang kebutuhan bermultimedia sehari-hari, saya memakai windows. Dari windows 7 sampai windows 10 sudah saya gunakan sebelumnya dan memang hampir semua orang menggunakan windows untuk menghandel pekerjaan sehari-harinya.

Menurut pengalaman, pertama kali saya memakai windows asli itu ketika membeli laptop acer aspire 4741G yang memang sudah mengusung windows 7 ori. Kemudian setelah ada update windows 10, saya langsung menggantinya tanpa membackup terlebih dahulu file recovery. Alhasil saya terpaksa menggunakan windows bajakan secara terus menerus sampai akhirnya kesadaran untuk menghentikan kegemaran menggunakan software bajakan. 

Kendati banyak orang yang sudah mahir memakai windows, namun masih sedikit yang sadar dan mau membeli windows supaya bisa memakainya secara legal. Kebanyakan dari kita masih senang sekali mengakali lisensi windows dengan memakai tool untuk membuatnya nampak legal.

Bukan hanya pengguna personal, bahkan lembaga pendidikan yang ada di sekitar kita masih banyak yang menggunakan windows bajakan. Entahlah, ini sudah menjadi hal umum atau memang orang tidak tahu bahwa windows adalah aplikasi yang tidak gratis alias berbayar.

Sebagai seseorang yang pernah memakai windows versi tidak resmi, saya sebenarnya bisa menjelaskan kenapa kebanyakan dari kita lebih memilih memakai windows namun tidak mau membeli lisensinya. Windows sangat umum digunakan oleh kebanyakan orang, selain itu windows support dengan berbagai aplikasi perkantoran semisal Microsoft Office, Photoshop, Corel Draw, dll. Namun seperti halnya Windows, aplikasi yang saya sebut di atas juga merupakan aplikasi berbayar.

Coba cek masing-masing komputer atau laptop kita, apakah sistem operasi yang tertanam di dalam komputer memakai windows dan microsoft office? Jika benar kalian memakainya apakah pernah membeli aplikasi tersebut?

Kebanyakan dari kita masih merasa perlu menggunakan OS maupun software tersebut dengan alasan kemudahan, sedangkan untuk alasan legal dan tidak legal, sepertinya masih di jadikan maklum.

BERHENTI MEMAKAI WINDOWS BAJAKAN

Saya tidak tahu mengapa, tiba-tiba ingin menghentikan kebiasan buruk ini. Mungkin karena beberapa bulan terakhir ini saya banyak mempelajari tentang copyright sehingga menjadi tidak mudah untuk kembali memakai software bajakan.

Banyak dari teman saya sendiri mencibir apa yang saya lakukan, dikatakannya saya sok suci, padahal ini tidak benar, windows diciptakan oleh manusia, dan manusia tersebut pantas mendapatkan hak atas apa yang mereka ciptakan. Seperti halnya seorang penulis blog, mereka berhak atas karya tulisnya dan mengakibatkan prahara hati jika sampai artikelnya di copas oleh orang lain. Ini bukan karma, tapi ini hanyalah soal mau dan tidak mau mengakui dan menghargai karya seseorang.

Bagaimanapun juga menggunakan software bajakan adalah perbuatan mencuri, dan secara hukum internasional ini jelas melanggar aturan.

Saya merasa sedih ketika artikel yang saya tulis telah dicopy paste oleh orang lain, padahal untuk menulis artikel tersebut tidak semudah dibandingkan hanya melakukan copy paste. Saya butuh berpikir dan memulai menuliskannya di komputer, dan menjaga supaya tulisan yang saya buat benar-benar menarik, setidaknya untuk ukuran saya sendiri.

Lalu bagaimana dengan pembuat windows? Saya sedang tidak membela siapa-siapa, namun pihak pembuat windows OS sudah memberikan penjelasan yang baik bahwa orang-orang bisa menggunakan windows OS untuk keperluan pribadi maupun bisnis, namun dengan syarat membelinya. Lantas, apakah kita sebagai orang yang juga memiliki harapan untuk menciptakan sebuah karya, bisa seenaknya melakukan pembajakan terhadap karya orang lain?

Hal ini lah yang melatarbelakangi saya untuk segera meninggalkan windows, dan berharap suatu saat nanti dapat membelinya, ini adalah impian saya. Bukan hanya windows saja, saya juga ingin membeli microsoft office untuk menunjang pekerjaan saya. Bagaimanapun juga saya sudah terlanjur enjoy memakai aplikasi tersebut.

BERMIGRASI KE LINUX MINT 18.2 MATE

Sebenarnya ada penyedia operating system (OS) lain yang menawarkan hasil karyanya secara gratis. Sebut saja linux, kebanyakan dari pembuat OS berbasis linux merupakan open source yang artinya mereka telah menggratiskan hasil karyanya tersebut.

Linux bukan OS sembarangan, sistem yang dibangun dipercayai oelh masyarakat mampu bertahan dari serangan virus dan ditambah lagi bahwa linux juga support kepada aplikasi yang ada di windows.

Hanya saya, jika tidak terbiasa menggunakan linux, ini akan menyebabkan masalah baru bagi pemakainya. Namun percayalah, ini hanya soal biasa dan tidak biasa.

Ketika pertama kali saya memakai linux, saya juga merasakan kebingungan. Apa yang harus saya lakukan terhadap OS ini? Namun, itu tidak berlangsung lama, saya menggunakannya secara sering dan berharap lebih cepat mengenali setiap fitur yang disediakan.

Hasilnya cukup menyenangkan, perlahan-lahan saya dapat mengenali OS ini dan banyak menemukan aplikasi alternatif pengganti aplikasi yang biasa saya gunakan di windows.

Pilihan pertama saya jatuh pada Linux Mint 18.2 versi Mate, ini atas hasil rekomendasi seorang teman. Dia mengatakan bahwa linux mint tidak jauh berbeda dengan windows, bahkan kamu bisa berbuat lebih banyak dalam mengekspresikan keinginanmu pada OS ini.

Saya tertarik dan langsung mencobanya, bingung bukan halangan karena saya telah memantapkan hati untuk tidak memakai aplikasi berbayar sebelum saya dapat membelinya.

Linux Mint gratis, kita tidak perlu mengeluarkan sepeserpun rupiah, akan tetapi kita bisa memberikan donasi seikhlasnya kepada pengembang sebagai tanda terimakasih.

Linux mint menyediakan banyak aplikasi alternatif pengganti aplikasi di windows. Ketika untuk menunjang keperluan kantor kita menggunakan microsoft office di windows, kita dapat menggunakan Libre office atau WPS Office buatan kingsoft. Untuk editing foto, kita bisa mengganti photoshop dengan Gimp atau Inkscape. Tidak sulit untuk mencari aplikasi alternatif di linux.

KAPAN KAMU MENINGGALKAN WINDOWS BAJAKAN?

Jika saja kamu menggunakan windows original dari pembelian itu tidak menjadi masalah. Tapi jika saat ini kamu menggunakan versi bajakan, itu akan menjadi masalah untuk ke depannya.

Bukan soal ketahuan atau tidak, di luar sana banyak sekali orang-orang yang ahli dalam membobol software yang biasanya disebar di internet. Namun ini perkara pribadi yang harus menjadi teladan bagi kita sendiri maupun anak-anak kita. Bagaimanapun juga menggunakan software bajakan adalah perbuatan mencuri, dan secara hukum internasional ini jelas melanggar aturan.

Ada yang lebih buruk dari persoalan ini, yakni: Jika kita sudah tidak merasa bersalah dan enjoy dalam menggunakan software bajakan, bisa jadi kita juga akan merasa ringan untuk melanggar aturan-aturan yang lain.

Jadi sobat, tidak ada salahnya kita menabung untuk tujuan membeli windows original, itu adalah aset yang bisa kita gunakan untuk mencari rejeki. Jika kalian masih menggunakan windows bajakan, segeralah menyadarinya jika itu adalah perbuatan melanggar hukum, baik hukum negara maupun hukum agama. Segeralah membelinya atau jika belum mampu, berpindahlah ke linux.

You Might Also Like: