Skip to main content

follow us

Long Distance Relationship (LDR) dalam bahasa indonesia disebut dengan Hubungan Jarak Jauh, hubungan model seperti ini ini sangat berat dan berbahaya, karena fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa berlama-lama dalam kesendirian dari pasangannya dan juga keluarganya. Kondisi ini terkadang memaksa seseoranng untuk mencari pasangan lain ketika berada jauh dari suami/istri.

Tidak bisa dipungkiri, kini angka statistik perselingkuhan yang disebabkan LDR meningkat drastis dari tahun ke tahun, sungguh prestasi sosial yang patut untuk diperbaiki, mengingat kita tidak bisa membiarkan anak-anak (jika sudah mempunyai anak) berada dalam keadaan Broken Home yang mempunyai efek sangat tidak positif bagi mereka.

Penyebab Perselingkuhan

Sebelum saya membahas lebih jauh tentang LDR, apa saja sih hal-hal yang bisa menimbulkan perselingkuhan ketika pasangan berada di kejauhan, simak ya sahabat. Saya kemukakan beberapa alasan yang paling sering terjadi.

Perbedaan Pendapat

Suatu ketika saya mendengar obrolan dari laki-laki yang ditinggal istri jadi TKI, dia mengatakan sangat tidak senang dengan cara berpikir dan sifat intimidasi oleh istri terhadap dirinya, istri merendahkan suami yang di rumah karena tidak ikut andil dalam mencari nafkah (perkataan yang dilontarkan istri secara tidak langsung).

Saya jadi ikut berpikir, kalau toh hubungan jarak dekat (bersama-sama) saja masih ada miss komunikasi, lalu bagaimana dengan yang sedang jauh. Mbak atau Mas sedang sedang LDR, jika Mbak sedang jadi TKI, proses perijinan agar sampeyan bisa berangkat ke luar negeri itu juga ditandatangani suami, ini adalah bentuk kerja sama keluarga, jadi singgungan perkataan seperti di atas sebenarnya sangat tidak tepat, ingatlah bahwa keputusan untuk menjadi TKI diputuskan secara bersama. dan ini berlaku juga untuk suami yang jadi TKI.

Perbedaan pendapat dapat memicu pasangan untuk mencari orang lain untuk mengungkapkan keluh kesahnya, alih-alih bertujuan untuk menenangkan diri. Manusia cenderung selalu mencari rasa nyaman, dan sesuatu yang timbul dari kenyamanan adalah, adanya kesempatan untuk membicarakan hal lain misalnya persoalan yang lebih pribadi. Saya rasa ini sangat berbahaya.

Kebutuhan Biologis

Ini yang paling berat kawan, pepatah lama mengatakan, "kalau sudah tau rasa gula itu manis, pastilah akan mencari gula lagi".

Saat suami istri sedang LDR dalam jangka waktu lama, tentunya rasa kesepian, kebutuhan ingin dibelai (bukan jablay) juga sangat mempengaruhi fisik, ini sangat wajar. hormon testosteron yang lama tidak disalurkan bisa mempengaruhi akal sehat. Akal yang terpengaruh biasanya tidak lagi bisa memikirkan sesuatu yang positif.

Tak diragukan lagi, fakta mengatakan, lebih banyak orang menyesali perselingkuhannya setelah mendapatkan rasa puas (orgasme). Nah siapa coba yang patut disalahkan? Saya rasa tidak ada. karena ini fitrah (fitrah manusia punya nafsu). Oleh sebab inilah rating tertinggi perceraian disebabkan karena perselingkuhan yang menjurus ke fisik.

Merasa Sudah Mampu Sendiri

Seperti halnya alasan pertama. dikarenakan salah satu pasangan sudah mampu memberikan nafkah kepada keluarganya seperti membangun rumah, menyekolahkan anak dll. Rata-rata sikap ini cenderung lebih banyak dialami sang istri ketika jadi TKW.

Efeknya, jika tidak mampu berpikir dewasa, kebanyakan istri berlaku tidak sopan terhadap suami. Saya sering mendengar cerita tetangga dan juga cerita dari yang pernah bercerai karena masalah ini. Saya merasa masalah terjadi karena komunikasi yang tidak tuntas.

Adakalanya Istri malah langsung meninggalkan suami karena memiliki pemikiran sudah mampu tanpa suami. Biasanya keputusan untuk meninggalkan suami, diwakili oleh surat cerai yang dialamatkan kepada suami. Sungguh fenomena yang banyak terjadi.

Yang patut disadari oleh istri yang menjadi TKI adalah, terkadang mengurus keluarga di rumah itu lebih berat dan sulit ketimbang mencari uang. saya sebagai suami memilih untuk cari uang dibanding diserahi tugas mengurus si kecil dirumah. Bukan karena tidak mau, tapi itu berat dan juga saya tidak berbakat. Hehe.

Godaan Dari Orang Ketiga

Seberapa sering kamu menggunakan Media Sosial? Lebih sering mana kamu berkomunikasi, antara teman atau pasangan? Saya pastikan kamu bisa menjawabnya.

Sobat, secara tidak sadar, rasa nyaman terhadap seseorang itu muncul karena sering, pepatah jawa mengatakan "witing tresna jalaran saka kulina" artinya perasaan cinta itu datang karena sering. Ya sering chating, sering ngobrol, sering bertemu atau sering mimpi bersama orang terduga.

Kasus-kasus perselingkuhan yang berakhir perceraian karena godaan dari orang ketiga, melalui media sosial, sudah bukan kejadian langka. Bukan berarti media sosial itu negatif, tapi saran saya, gunakan sesuatu pada tempat dan fungsinya. Fungsi media sosial bukan untuk selingkuh.

Hobby Atau Have Fun?

Kalau ini saya ndak terlalu faham. sangat jarang terjadi, tapi bisa dipastikan ada. Senang selingkuh itu bukan lagi sebab fitrah manusia, melainkan itu penyakit jiwa.

Penyesalan setelah pencapaian kepuasan (klimak) sudah tidak menjadi pengingat untuk dirinya sendiri. Adakalanya, beberapa orang malah bangga dengan apa yang dilakukan, seperti ingin membuktikan seberapa hebat ia dalam mencari selingkuhan.

Jangan menyesal apabila terjadi sesuatu karena kegemaran ini, karena itulah resiko dari apa yang telah manusia perbuat. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya sendiri (sok bijak ya? Ah sudahlah, yang penting berbagi hal positif saja)

Lima hal yang paling sering terjadi sudah saya utarakan di atas, kalau ada yang mau menambah silakan ditambahi di kolom komentar bawah.

Cara Mengatasi Perselingkuhan

Kita lanjutkan saja ya! Sekarang apa aja sih yang harus dilakukan untuk menghindari godaan-godaan di atas? Tentunya ada banyak hal yang bisa dilakukan, dari cara yang paling ringan hingga cara yang agak berat.

Saling berkomunikasi Dengan Baik

Kalau lagi telepon pasangan, nggak perlu berlama-lama sampai berjam-jam atau bahkan seharian. Mungkin mengatakan ini sudah cukup "Sayang sudah makan?" atau "Sayang hari ini acara ke mana?" atau "Sayang, anak-anak sedang apa?" tentu dengan nada mesra serta candaan yang bisa membuat pasangan nyaman.

Lakukan selama beberapa menit, tapi sering. Mungkin cara ini bisa memecah suasana hampa ketika jarak memisahkan kalian.

Jujur saja, saya pernah LDR, karena lama tidak berkumpul dengan istri, menjadikan kita tidak punya cerita yang bisa di bicarakan bersama. Jadinya kalau telepon lama-lama, malah membuat bosan.

Jangan Mudah Terprovokasi

Ingat, siapaun yang berbicara tentang info di kejauhan (selain pasangan), jangan pernah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hubungan keluarga itu antara suami, istri dan anak. Jika orang tua melaporkan isu-isu yang bisa membuat naik darah, sebaiknya didengarkan saja dulu dan kebenaran informasi tersebut.

Teruslah berkomunikasi dengan pasangan layaknya masa-masa pacaran dulu, kalau ada yang nggak pacaran, berkomunikasilah layaknya seperti saat malam pertama, bukankah itu mendebarkan dan menyenangkan?

Godalah Pasangamu

Jangan sungkan-sungkan mengatakan hal-hal nakal terhadap pasangan, dia milikmu. kebutuhan biologis atau klimaks tidak harus saling mendekap, mungkin suara (sensor) bisa membuat pasangan anda dapat melakukan sesuatu, setidaknya hanya kalian berdua yang tahu (Hehe, cuma saran saja lo ya) ini lebih baik dari pada selingkuh.

Setiap Pasangan Punya Peran

Berpikirlah bahwa ini terjadi karena dilakukan bersama-sama. Jangan pernah singgung masalah tanggung jawab dalam mencari ekonomi. Sebelum anda berangkat dan diijinkan, pastinya sudah ada kesepakatan bersama.

Tidak masalah jika istri punya banyak duit ketimbang suit suami, it is just money. Tidak ada yang bisa membahagiakan kalian selain keluarga itu sendiri.

Wajar jika suami yang di rumah jarang punya uang. Karena mereka mengurusi keluarga di rumah, sehingga tidak pynya waktu banyak untuk membantu mencari nafkah. Namun jika masalah dalam urusan ini muncul, kembalilah pada poin pertama, yaitu berkomunikasilah dengan baik.

Jauhi Orang Ketiga

Orang Ketiga adalah perusak dalam wujud manusia, tidak diragukan lagi. Penyesalan mendalam akan datang setelah hormon perselingkuhan sudah tersalurkan. Kalau ada kebahagiaan yang bisa bertahan selamanya, kenapa harus mencari pengganti yang mungkin hanya bertahan beberapa bulan saja. Kalau boleh mengungkapkan rahasia, sebenarnya ini hanya masalah testosteron saja.

Perkuatlah Iman

Tameng terkuat dalam diri manusia hanyalah ketika mereka senantiasa mengingat TUHANnya. Perkuatlah keyakinan anda, banyak-banyak beribadah agar selalu diberi kesabaran untuk menjalani hubungan jarak jauh. Ingatlah, siapa diri kita, jangan hanya karena diuji dengan banyak uang, menjadikan lupa akan tujuan utama "UNTUK APA SAYA KELUAR NEGERI MENJADI TKI?".

Selesai sudah artikelnya. ini hanya poin besar yang biasa terjadi dalam dunia perselingkuhan. Jika anda mempunyai poin lainnya, silahkan tulis di kolom komentar, mungkin ini bisa membantu saudara kita yang sedang bimbang dan galau.

Thanks sudah mampir di blog sederhana ini. semua kekurangan mohon di maafkan

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar