Skip to main content

follow us

Kendati membuat blog itu mudah, bahkan untuk menghasilkan uang dari blog itu juga terlanjur mudah, namun kemudahannya tidak seinstan membuat mi rebus, Geis. Mudah itu adalah penilaian relatif, jadi tidak bisa dipukul rata. Disebut mudah, hanya bagi mereka yang memang sudah menguasai ilmu blog, plus memahami bagaimana cara uang bisa dihasilkan dari blog.

Untuk bisa mengatakan mudah, kita harus mempelajari terlebih dahulu segala seluk-beluk blog, mulai dari ilmu dasar hingga ilmu ekspert, barulah ketika kita sudah menguasainya, kita bisa mengatakan, "Ternyata membuat blog itu mudah".

Tapi sayangnya, keyword "mudah" ini dipahami seenaknya sendiri. Bagi mereka yang sering membaca berita para blogger yang bisa menghasilkan uang, hanya cukup pakai kolor di rumah, lantas memahami mereka tanpa kerja keras, adalah anggapan yang sangat salah. Hai kamu para pemula (saya sambil menunjuk diri sendiri), ketika mereka dengan santainya dapat menghasilkan uang, sebelumnya sudah berdarah-darah dan banyak yang dikorbankan.

Nah, Geis. Hal ini perlu dipahami dengan baik. Jika ingin membuat blog maka perbaiki niat terlebih dahulu. Ada banyak hal yang harus kita pahami terlebih dahulu. Misal, kalau kamu ngaku sebagai seorang blogger lalu anti dengan kode HTML, lebih baik saat ini juga kamu pergi ke WC lalu berak sepuasnya. Kamu tidak akan menjadi seorang blogger dengan cara seperti itu.

Mempelajari kode itu memang susah-susah asyik. Susahnya adalah ketika harus memahamkan otak kita supaya dapat memahami kode dan mengerti bagaimana cara kerjanya. Asyiknya adalah ketika kita bisa menerapkan kode tanpa error.

Seorang blogger harus tahu caranya kerja otodidak, bukan terus-terusnya memahamkan diri tentang kerja otomatis. Dengan kerja otodidak, kita bisa memahami cara kerja kode. Saya tidak mengatakan kerja otodidak tanpa memakai tutorial apapun. Ingat, kita pasti tetap membutuhkan tutorial. Namun, Geis. Mencari tutorial ini lo yang harusnya lebih banyak otodidaknya.

CERITA MEMILUKAN SEORANG BLOGGER INSTAN

"Seorang pemula tergiur dollar lantaran mendengar bahwa, temannya mampu menghasilkan uang dari blog, lantas ia mencoba peruntungannya melalui blog. Dibuatlah blog sekenanya, ia memakai template cloningan, melakukan pembajakan artikel orang lain, menyebar artikel seperti spam, bahkan ia membuat itu semua tanpa modal.

Dikira bahwa ngeblog adalah pekerjaan mudah, ketika beberapa bulan tak kunjung mendapatkan trafik, ia mengeluh, dicarinya grup-grup facebook yang membahas tentang blog. Ia masuk ke dalamnya dan langsung memberi pertanyaan kepada anggota member, "Gan, saya sudah kerja keras membangun blog tapi tidak juga mendapatkan trafik, ada yang bisa kasih tahu rahasianya?".


Sebuah keniscayaan, di antara para blogger berpengalaman yang acuh, selalu ada blogger yang ingin membantu blogger lain. Dijawablah pertanyaan tersebut sesuai pengalamannya. Si pemula tadi mangut-mangut sambil terus bertanya. Namun, ia lupa, bahwa pertanyaan yang ia ajukan dan mendapatkan jawaban, seharusnya langsung dipraktikkan. Bukan langsung menimpali dengan pertanyaan lain.

Tak puas dengan jawaban yang ada di grup, lantas ia menghubunginya melalui japri. Ia bertanya seakan apa yang ia tanyakan sudah dikerjakan.

Karena sibuk (seorang blogger yang konsen dengan bloggernya, biasanya fokus pengembangan blog), si mastah tadi tidak membuka chat, jadi seolah-olah, ia mengabaikan si penanya tadi.

Karena tidak kunjung dijawab, lantas si blogger pemula naik pitam, ia marah kepada yang ditanyai, ia menganggap bahwa si mastah adalah orang sombong yang acuh kepada pemula.

Kesimpulan:

Jenis blogger pemula di atas, tidak bisa disalahkan begitu saja. Ia terbentuk atas ekspektasinya dari membaca artikel. Ia ingin menirukan obyek yang telah membuat ia memutuskan menjadi blogger.

Masalahnya adalah, ada banyak sekali tutorial blog yang berserakan di internet namun tidak sampai kepadanya. Kesalahan orang di atas adalah, ia tidak menggunakan kemampuan otodidaknya untuk belajar lebih banyak lagi.

Hasilnya, ia terpancing untuk selalu bertanya dan bertanya, namun tidak paham sebenarnya apa yang ia tanyakan. Misal, menanyakan hal ini "bagaimana cara menaikan trafik blog?" adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan instan. Itu adalah pertanyaan yang bisa dijawab melalui empirik, adalah pengalaman dari si pelakunya. Jika si pelaku tidak membuat dirinya mendapatkan pengalaman, maka yang ada hanyalah kehampaan.

Ada banyak pertanyaan yang sering diajukan oleh para pemula (termasuk saya) tentang sesuatu yang instan. Seperti cara mendapatkan pengunjung, cara mendapatkan uang dari blog, cara mendapatkan backlink dan lain-lain. Tapi percayalah, itu semua adalah wujud dari keinginanmu yang sebenarnya. Yakni, keinginan untuk mendapatkan keuntungan dari blog, hanya dengan koloran di rumah.

Ada yang seperti itu?

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar