Skip to main content

follow us

Percaya nggak, Geis, bahwa menjaga konsistensi itu sangat berat, apalagi konsisten dalam membuat produk tulisan (karya tulis), tidak menutup kemungkinan bahwa suatu ketika, orang-orang yang berjibaku dalam tulis-menulis, akan bertemu dengan satu masa, yang menyebabkan ia tak mampu membuat tulisan. Itulah yang disebut dengan Writer's Block.

BACA JUGA: Malas Menulis? Bisa Jadi Ada Virus Writer's block, Ini Dia Cara Mengatasinya!
Saya pernah mengalaminya, dan itu merupakan masa buruk bagi setiap penulis. Karena akibatnya sangat fatal, bahkan bisa berhenti menulis selamanya. Untungnya, saya masih bisa bangkit dari keterpurukan itu.

Belajar Menulis Autodidak Dari Blog

Saya belajar menulis secara autodidak. Jangan tanya bagaimana susahnya menulis saat pertama kali. Karena sudah barang tentu sangat sulit. Sulit dalam menyusun kata, sulit dalam memilih suku kata, sulit untuk memulai menulis dari mana dan bagaimana cara mengakhirinya, dll.

Namun sulit itu bukan kata absolut yang membuat kita tak mampu  menguraikannya hingga menjadi mudah, sulit itu hanya karena tidak terbiasa bisa. Maka saya mencoba menulis setiap hari di blog yang saat ini sedang anda lihat.

Menulis setiap hari dan menulis apapun yang saya ketahui, tentu dengan satu syarat yang telah saya tentukan sendiri, yaitu tulisan saya setidaknya harus bermanfaat bagi orang lain. Dahulu saya menulis tanpa membatasi diri, artinya, jika saya mau, sehari dapat menulis hingga 10 tulisan.

Namun, perlu anda ketahui, bahwa tulisan yang saya buat sedikitpun tidak mengandung unsur-unsur jurnalistik, bahkan tidak menunjukkan karya sastra. Karena memang, tulisan yang saya buat bertujuan untuk mendatangkan visitor semata. Visitor yang membutuhkan tutorial tertentu di blog ini.

Maka, selanjutnya, pertemuan saya dengan seseorang (Misbahus Surur: Editor nggalek.co) mengubah cara pandang saya tentang tulis-menulis. Ini berpengaruh pada model-model tulisan yang saya produksi selanjutnya.

Menulis di Nggalek.co Setiap Bulan

Nggalek.co merupakan media online lokal Trenggalek yang salah satu pendirinya adalah saya sendiri. Cerita itu pernah saya tulis dalam artikel ini Sepuluh Cangkir Kopi Hitam Untuk Trenggalek.

Nyatanya setelah berjibaku selam 2 tahun lebuh di portal lokal tersebut, saya benar-benar terhipnotis untuk membuat produk tulisan yang lebih serius. Setidaknya tulisan-tulisan ini dapat dicetak menjadi sebuah buku. Dan benar, saya sudah memiliki buku cetak meski sebenarnya buku tersebut lebih layak disebut sebagai kumpulan tulisan dari para penulis di nggalek.co.

BELILAH BUKU SAYA: Buku Menunggu Kepunahan Desa-desa
Rekor yang saya dapatkan di nggalek.co adalah menjadi penulis yang belum pernah absen barang sebulan pun. Tentu ini capaian yang membuat saya bangga. Karena tanpa saya sadari secara perlahan-lahan, menulis di blog ternyata membawa manfaat yang besar bagi kehidupan saya.

So, kalau kita bisa membuat suatu hal menjadi konsisten, kenapa harus mengurungkan atau menundanya sehingga menjadi tidak berarti.

Oh ya, Geis. Tulisan-tulisan saya di nggalek.co bisa diakses melalui link ini: Karya Tulis Trigus D. Susilo

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar