Skip to main content

follow us

Suatu ketika ada seorang petugas pemotong kayu peneduh di pinggir jalan raya datang membawa mobil pickup yang penuh dengan kayu-kayu besar yang baru dipotong. Kayu-kayu ini memang waktunya dipotong karena sudah terlalu besar dan tua.

Menurut beberapa sumber, kayu-kayu tersebut memang besar namun tidak bagus untuk diolah, karena sifat kayunya yang mudah lapuk. Maka ia hanya dipotong lalu dibuang dan terabaikan saja menunggu lapuk.

Lantas saya berpikir, tidak ada kayu yang tidak berguna. Meski ia keras atau meski ia mudah lapuk, namun dengan perawatan tertentu, mungkin masih bisa digunakan untuk keperluan lain.

Saya mengambil beberapa potong lalu mencoba merekayasanya, kira-kira apa yang bisa diberikan oleh kayu ini. Dan ternyata hasilnya sesuai dengan ekpektasi, silakan lihat foto ini:


Tahap pertama adalah membuang semua kulit yang masih menempel pada kayu, sebenarnya pada kayu tertentu, misal pinus, kulit kayu dapat memberikan nilai seni tersendiri. Namun karena kulit pada kayu yang saya gunakan mudah sekali lapuk dan terkelupas. Maka saya hilangkan.

Step by step saya kerjakan dengan detail. Karena ini adalah prototype kursi dari kayu bekas yang pertama. Saya membuatnya dengan sangat hati-hati. Dan lihatlah hasilnya, lebih baik dari pada terbuang sia-sia bukan?


Nah, jika kebetulan kamu memiliki banyak kayu bekas, yuks kita berkreasi. Ada beberapa ide yang bisa kita terapkan.

Kursi Dari Kayu Bekas

Saya mencoba mengumpulkan beberapa gambar dari beberapa sumber terkait ide membuat kursi dari kayu bekas. Semoga ini mampu menginspirasi saya khususnya, supaya bisa memanfaatkan kayu bekas menjadi kayu yang bermanfaat.










Semoga bermanfaat, Geis. Selalu manfaatkan kayu seperlunya. Jangan tebang jika hanya ingin membuang mereka. Karena merekalah yang membuatkan oksigen untuk kita hirup sehari-hari.

You Might Also Like:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar