Skip to main content

follow us

Handphone kendati sangat memudahkan bagi para penggunanya namun di sisi lain bisa berakibat buruk, jika tidak menggunakan dengan bijak. Saya sendiri, sering kali dicurhati oleh sahabat perihal kekhilafannya dalam menggunakan HP.

Menurut beberapa kejadian, yang sering menjadi masalah adalah berkenaan dengan tersebarnya privasi di dalam HP. Namanya saja privasi, ini bersifat sangat rahasiat dan hanya orang-orang tertentu yang tahu, namun ternyata bisa tersebar pada orang lain, misalnya foto, video, message dan akun media sosial.

Jika kejadian ini sudah terjadi, maka tidak ada kata lain selain menyesali kenapa privasi bisa sampai diketahui oleh orang lain. Rata-rata mereka ingin supaya apa yang sudah tersebar, bisa dicabut dari peredaran, bahkan berharap itu tidak pernah terjadi.

Kesalahan ini, sebenarnya juga karena ulah kita sendiri, yang seharusnya lebih teliti dalam menggunakan HP. Namun terkadang, bukan itu saja, tetapi karena kita kurang paham berkaitan dengan privasi, hingga menjadikan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Misalnya saja menjual HP, karena keadaan tertentu kita memutuskan untuk menjual HP yang pernah digunakan kepada orang lain, namun tanpa terlebih dahulu menghapus seluruh isi pada memori. Terlebih lagi tidak menghapusnya secara menyeluruh hingga menyebabkan file yang terhapus masih bisa di panggil lagi. Ini sangat berbahaya.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis perihal keteledoran seorang penjual HP pribadi bekas yang pernah ia gunakan untuk merekam dan memfoto diri sendiri. Ternyata di dalam kartu memori HP tersebut, masih tersimpan video yang tidak senonoh. Silakan baca artikelnya di bawah ini:
Ingin Jual HP Bekasmu, Perhatikan Hal Ini Sebelum Menyesal.

AKUN FB DIRETAS DARI HP LAMA

Handphone bekas masih menyimpan file yang pernah dibuat dalam HP tersebut, meski ia sudah dihapus. Apalagi jika pengguna pertama sama sekali tidak menghapus  HP tersebut. Bisa dipastikan bahwa pembeli kedua bisa melihat foto dan video serta akun media sosial yang ada dalam memori.

Seperti kejadian menjengkelkan dari seorang teman saya beberapa minggu lalu. Sebut saja ia Boy, Ia pernah didatangi 3 orang lelaki yang langsung mengancamnya dengan parang. Ia yang tidak tahu kenapa ia diperlakukan seperti itu hingga merasa takut, meski pada akhirnya ia sendiri berani menggertak.

Kemudian salah satu dari 3 orang tersebut (sebut saja namanya Bos) menjelaskan perihal rasa cemburunya ketika membaca pesan Facebook di akun istrinya yang berisi ajakan kencan dari si Boy. 

Boy yang merasa tidak pernah mengirimkan pesan FB tersebut, lantas berontak dan mengatakan bahwa ia tidak pernah mengirim pesan pada wanita yang menjadi istri si Bos. Percecokan terus terjadi hingga datang tetangga untuk melerai mereka.

Nah, si boy bercerita kepada saya bahwa ia pernah menjual HP Samsungnya yang jatuh beberapa bulan lalu. HP tersebut secara kasat mata memang sudah tidak menyala, namun secara teknis, ia masih aktif dan masih menyimpan segala file yang pernah ia buat.

Kemungkinan besar ada orang yang berhasil masuk ke akun Facebooknya dan sengaja mengirimkan pesan ajakan kencan ke istri si Bos. Kecurigaan jatuh pada HP Samsung yang pernah ia jual dulu, karena ia ingat belum pernah menghapus aplikasi Facebook dikarenakan layarnya mati.

Terang saja, ketika saya cek di log aktivitas login akun Facebook, masih ada aktivitas login dari HP Samsung meski barangnya sudah tidak ada di tangannya. Jadi ada orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan akunnya untuk memfitnah si Boy.

GUNAKAN HANDPHONE SEWAJARNYA

  1. Jangan foto dan rekam aktivitas pribadi yang sensitif. Misalnya foto kamu saat bercinta dengan pasangan. Karena menunjukkan privasi kamu.
  2. Jangan gunakan handphone untuk menyimpan data keuangan ataupun menyimpan akun dan password bank.
  3. Jika sudah terlanjur, hapus dengan cara yang aman. 
  4. Usahakan menyimpan file di memori eksternal, karena kamu tidak harus mengikutkan memori tersebut saat kamu jual.
  5. Usahakan jangan menjual handphone yang sudah kamu gunakan untuk merekam hal hal pribadi. Karena tidak semua orang itu bisa dipercaya.
  6. Hancurkan memori penyimpanan jika kamu tidak bisa mengamankannya dengan baik.
Demikian artikel saya, ingat ya, Hati-Hati Menjual HP yang Ada Akun Facebooknya. Semoga kejadian ini dapat memberi kita pelajaran untuk lebih hati-hati dalam menggunakan gadged.

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar