Skip to main content

follow us

Membahas Trenggalek memang tidak ada habisnya, ada saja gagasan yang muncul dan selalu menjadi topik pembahasan menarik. Bahkan ketika Trenggalek dijadikan sebagai tema tulisan, mungkin hingga tinta mengering, ia tidak pernah habis untuk dibahas.

Kalau tidak percaya tengok saja portal nggalek.co, media lokal hasil perkawinan ide beberapa orang tersebut, nyaris tak pernah meninggalkan tema Trenggalek. Ia mengurai segala hal tanpa batas tema-tema lokal. Bahkan setiap bulan, ada saja penulis baru yang ikut bergabung.

Salah satu gagasan yang saya hasilkan dari merenungi Trenggalek adalah tema tulisan ini. Yups, kecil-kecil begini, Kabupaten Trenggalek menyimpan seabrek keajaiban yang bisa membuat kita berdecak kagum.

Tapi by the way, apakah kalian pernah singgah di Trenggalek? Ia kalian yang bukan kelahiran asli Trenggalek. Kalau belum, segera ke sinilah, Jenderal Sudirman saja sudah pernah menyambangi Trenggalek, juga Pangeran Diponegoro, masak kamu enggak.

Trenggalek itu ajaib, ia memiliki usia yang jauh lebih tua dari usia Indonesia. Saat artikel ini ditulis, Trenggalek sudah berusia 824 tahun loh.  Jadi sudah sangat tua sekali.

Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa keajaiban Trenggalek yang bakal saya tulis di sini. Jangan kemana-mana ya, lanjutin tuh bacanya.

7 Keajaiban Kabupaten Trenggalek

Keajaiban yang dimiliki Trenggalek ini, saya kumpulkan dari berbagai sumber. Salah satu sumber pentingnya adalah dari pikiran saya sendiri, hehe. Jadi artikel 7 keajaiban Trenggalek ini saya tentukan berdasarkan imajinasi dan perenungan saya. Kalau kamu ingin menambahkan, silakan tulis di kolom komentar, nanti artikelnya saya update.

1. Keberadaan Gajah Putih dan Buaya Putih



Saat ada event besar di Trenggalek, biasanya akan ada peserta yang membuat maskot berbentuk gajah putih dan buaya putih. Maskot ini bukan tanpa makna lo. Sebenarnya ini adalah representasi dari sejarah kota Minak Sopal.

Buaya putih diceritakan sebagai penunggu sungai yang akan dijadikan Dam Bagong. Dam tersebut dibuat untuk mengatasi persoalan pengairan tanah-tanah pertanian. Namun upaya untuk membuat dam tersebut selalu gagal, karena di ganggu oleh buaya putih.

Usut punya usut, ternyata gangguan dari buaya putih tersebut bisa dilaksanakan dengan syarat, Minak Sopal (penggagas Dam Bagong) harus memberikan kepala gajah putih kepada buaya putih. Dengan berbagai upaya, dikabulkanlah permintaan tersebut dan jadilah Dam Bagong yang masih berfungsi hingga sekarang.

Pertanyaannya adalah, di mana letak keajaiban dari cerita ini?

Jadi begini, Geis. Kalau kalian cermat, tentu akan paham apa yang ajab dari cerita di atas. Yaitu keberadaan gajah putih dan buaya putih.

Makhluk hidup yang warnanya cenderung serba putih disebut sebagai albino. Dan kedua hewa tersebut bisa dikatakan sebagai hewan albino.

Albino berasal dari bahasa latin (Albus) yang berarti putih. Adalah sebutan bagi penderita Albinism, (kelainan pigmentasi kulit bawaan). Albino menyebabkan penderitanya kekurangan melanin atau sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Kondisi ini mengakibatkan warna rambut, kulit dan mata penderita terlihat sangat pucat atau cenderung putih.

So gajah putih dan buaya putih tersebut adalah hewan langka, lo. Keberadaannya hanya ada di tempat-tempat tertentu, dan ternyata mereka pernah hidup di Trenggalek. Ajaib kan, geis?

2. Ada Goa Terpanjang se Asia Tenggara



Berkah lain dari Tuhan untuk Trenggalek salah satunya adalah keberadaan Gowa Lowo, merupakan gowa terpanjang se-asia Tenggara. 

Mau berwisata di tempat-tempat gelap? datang saja ke Trenggalek, Geis. Konon katanya, meski sudah ditetapkan sebagai gowa terpanjang, namun belum ada yang mampu menembus batas kedalaman gowa ini. Jangan-jangan, malah terpanjang di dunia ya? Siapa yang berani membuktikan?

Sebenarnya saya pernah mengulas wisata Gowa Lowo ini panjang lebar. Tertarik? Baca artikel ini: Gowa lowo terpanjang se-Asia Tenggara.

3. Kesenian Jaranan Turangga Yaksa



Hampir seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek tahu apa itu Turangga Yaksa. Karena ini telah menjadi kebanggaan rakyat Trenggalek, yang hanya dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek.

Turangga Yaksa adalah kesenian yang dibuat oleh Pak Pamrih, ia merupakan seorang pendatang yang menetap di Trenggalek karena mengikuti istrinya. Tidak seperti jaranan lainnya, seni ini memiliki desain bentuk jaran yang unik.

Turangga berarti jaran atau kuda, sedangkan Yaksa adalah Buto (raksasa), jadi turangga yaksa jika merujuk pada model desainnya berarti kuda berkepala raksasa. Ajaib bukan.

Turangga Yaksa dipentaskan sepanjang tahun. Pada event-event tertentu, jaranan ini ditampilkan secara masal di alun-alun Trenggalek.

Saya sudah mengulas tema Turangga Yaksa dan pembuatnya. Silakan baca tulisan yang ini: Kreator Tari Turangga Yaksa Itu Bernama Pamrih.

4. Laut Trenggalek




Apa ajaibnya laut, sih. Kan laut tidak hanya ada di Trenggalek saja?

Eh sebentar dulu, jangan menyepelekan laut Trenggalek lo ya. Karena menyimpan segudang cerita mistis yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain.

Jadi begini.

Membicarakan laut Trenggalek, tidak hanya merujuk pada keberadaan Pantai Prigi. Akan tetapi, ada puluhan pantai yang bisa kalian singgahi di Trenggalek. Saya pernah mengulas destinasi wisata tersebut, di antaranya: Pantai Konang, Pantai Blado, Pantai Pasir Putih, Pantai Prigi, Pantai Ngenjor. Silakan klik masing-masing nama pantai untuk membaca ulasan saya.

Meski ada banyak pantai di Kabupaten Trenggalek, namun sebenarnya hanya satu, yaitu laut Trenggalek. Karena airnya tidak berpisah-pisah, Geis.

Memang ada air laut yang terpisah?

Eh tunggu dulu, jangan bertanya dulu. 

Jadi keajaibannya laut Trenggalek ada di laut itu sendiri. Setiap hari ada ratusan nelayan yang menangkap ikan. Trenggalek adalah salah satu penghasil tangkapan ikan laut terbesar loh. Dan ajaibnya, meski setiap hari ikannya di ambil namun tidak pernah habis-habis.

Kamu tahu apa yang jika diambil terus menerus tapi tidak pernah habis? Salah satunya adalah ikan laut. So inilah sebenarnya keajaiban laut Trenggalek.

5. Trenggalek Kota Literasi

Membaca artikel di Nggalek.co yang ditulis oleh Bu Mundi Rahayu, berjudul Literasi Perdesaan dan Ulang Tahun Ibu Bupati Trenggalek, membuat saya geleng-geleng kepala. 

Silakan baca cuplikannya supaya kamu juga ikut geleng-geleng kepada:

Berdasarkan sensus sosial ekonomi penduduk yang dilakukan pertama kali di jaman kolonial Belanda tahun 1930, menunjukkan bahwa Kabupaten Trenggalek menduduki peringkat tertinggi tingkat melek hurufnya, di antara semua kabupaten di Jawa Timur. Dengan angka rata-rata 8.4 % melek huruf (16.5% di wilayah kota). Sementara itu di Surabaya angka melek huruf-nya adalah 7.8 % (12.2 % di wilayah perkotaan), dan 4 persen rata-rata di Malang (15.5 % di kota).

Silahkan geleng-geleng kepala, Geis. Sebelum saya geleng-gelengkan kepalamu.

Dari data tersebut, sejarah telah mencatat bahwa Trenggalek bukanlah kabupaten tanpa kecerdasan. Saya menyebut begitu karena rata-rata orang yang mau membaca itu cerdas.

Jadi tidak salah jika saya menyebutnya sebagai sebuah keajaiban yang dianugerahkan Tuhan pada Trenggalek. 

Hari gini nggak mau baca, bodo purun?

6. Media Nggalek.co

Saya pernah menyebut nggalek.co (media publikasi karya penulis peduli Trenggalek) adalah media yang terbentuk oleh campur tangan Tuhan.

Media online ini tidak menganut paham "saya berduit maka saya ada" tapi, "saya berniat, maka saya ada". Sebenarnya media ini dikelola dengan serius tanpa memberikan keuntungan bagi para pengelola maupun penulisnya. Coba media mana yang bisa bertahan seperti ini.

Ini saya sebut ajaib bukan berarti karena saya adalah salah satu Founding Fathers lo. Tapi karena benar merasakan keajaibannya. Kalau kamu sebut ini nepotisme, saya juga nggak apa-apa. Saya sih apa-apa kalau tidak bisa membuat produk kreatif. Makjleb.

Menyoal keajaiban ini, baca artikel Menunda Nggalek.co Bubar. Saya sudah misuh-misuh banyak untuk memunculkan sebuah keajaiban. Yah minimal di dalam hati sendiri.

7. Keajaiban yang Hanya Boleh Saya Nikmati Sendiri

Nah ini poin paling penting dari seluruh tulisan artikel ini. Karena menyimpan rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun.

Tapi meski begitu kalian boleh tahu siapa keajaiban yang dimaksud. Saya akan memberitahukannya kepada sampeyan. Hanya saja, saya tidak akan menjelaskan apa wujud dari keajaibannya, karena sangat berbahaya.

Keajaiban ke-tujuh yang ada di Trenggalek ini bukan berarti ia berada di urutan paling belakang, bukan soal itu. Nomer urutan hanyalah susunan nomer, tidak ada sangkut pautnya dengan kualitas dan kuantitas. Jadi kalian paham kan soal urutan angka. Sekali lagi bukan siapa yang paling utama dan paling terabaikan.

Oke, keajaiban itu adalah istri saya.

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar