Skip to main content

follow us

KPU telah menetapkan nomor urut pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 setelah dilakukannya pengundian (21/09/2018). Hasilnya adalah, nomor urut 1 didapatkan oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin  (JM) dan nomor urut dua didapatkan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga Uno (PS).

Sampai di sini sebenarnya sudah tidak perlu diperdebatkan lagi soal nomor urut manakah yang paling baik. Karena ini sudah jelas, kalau kamu mendukung JM pilihlah nomor 1 dan kalau kamu mendukung PS pilihlah nomor 2. Kalau masih kurang simpel silakan coblos gambar yang di kiri jika kamu memilih  JM dan joblos gambar di sebelah kanan jika memilih PS. Sederhana bukan?.

Tapi namanya pendukung, sepertinya tidak rela jika komitmen dukungannya tidak dibuktikan dengan percekcokan di dunia maya. Topik perdebatan dibuat lalu masing-masing saling hentak, membully antar pendukung, berkolaborasi untuk mengolok dan bersekongkol untuk membenarkan apa yang ia pikirkan. Kalau sudah begini, toleransi seakan seperti air seni yang keluar dari lubang kelamin, tidak berarti apa-apa.

Siapa yang jadi Presiden? 

Saya hampir bisa memastikan bahwa masing-masing kubu akan menjawab dengan lantang bahwa junjungan mereka yang paling layak menjadi Presiden. Kalau sudah begini, bicara blak-blakan adalah ciri yang paling logis untuk membuktikan dukungan mereka. Kalau sudah kehabisan akal, keluarlah kata ampuh seperti kecebong atau kampret. Yang layak jadi presiden ke depan adalah bla bla bla, karena bla bla bla. Atau Ia tidak pantas jadi Presiden karena bla bla bla.

Jokowi adalah petahana, sebelumnya di pemilu 2014, ia and friends sudah menyingkirkan rivalnya dan berhasil menduduki jabatan RI 1. Dengan kepercayaan diri membawa misi meneruskan perjuangan periode sebelumnya, ditemani oleh Kyai ia melenggang ke podium diantarkan oleh para penggede dan kader Golkar, PDIP, PKPI, PPP, PKB, Nasdem, Hanura, Periondo, PSI. 9 partai berkoalisi dan menamakan diri. Pertanyaannya adalah, apa nama koalisi Jokowi?

Prabowo berbekal pengalaman mencalonkan diri sebanyak 4 kali (namun belum berhasil), juga membawa semangat untuk kembali bertanding dikancah Pilpres 2019. Wakilnya merupakan kader partai otentik Gerindra bernama Sandiaga Uno, dia seorang konglomerat. Mereka didukung oleh barisan partai non gurem (Partai besar). Pertanyaannya partai apa saja yang berkoalisi mendukung Prabowo?

Sekarang marilah kita menentukan pilihan, sebenarnya siapa kita pilih jadi Presiden?

Kedua pasangan calon memiliki cinta di hati para pendukungnya, kalau saya sih pasti akan memilih yang paling layak untuk dipilih. Dan soal penyebutan nama, saya rasa itu tidak penting untuk saya sebutkan. Yang terpenting adalah, bagaimana cara menjaga hubungan warga negara Indonesia ini tetap terjalin indah, meski berbeda pilihan.

Jadi menurut kamu, siapa yang layak jadi Presiden Indonesia Periode 2019-2024?

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar