Skip to main content

follow us

Pagi itu handphone berbunyi, pertanda ada pesan baru dari Whatsapp, dengan malas saya ambil benda pintar tersebut dan membukanya. Ada pesan dari kawan yang beberapa saat lalu dipilih menjadi kepala sekolah di MIM Sawahan.

"Kalau mau melihat anak-anak bermain di sungai, datanglah ke Watu Lawang, Desa Sawahan, sekarang".

Tanpa berpikir panjang, saya langsung beranjak ke kamar mandi, mengambil air segayung, dan menyiramkannya di wajah. Itu saja sudah cukup sehingga tidak perlu mandi. Selanjutnya dengan ditemani seorang teman, kami meluncur ke Watu Lawang.

WATU LAWANG SAWAHAN WATULIMO


Watu Lawang adalah nama sebuah tempat wisata, Watu artinya batu dan Lawang artinya pintu, kalau digabung jadinya apa ya? Mungkin saja artinya "pintu yang terbuat dari batu" atau "Batu yang menjadi pintu".

Saya sedang tidak mencari asal usul penamaan tempat tersebut geis, yang jelas, apapun artinya, Watu Lawang adalah tempat wisata yang baru-baru ini dibuka oleh masyarakat Desa Sawahan dengan icon utamanya Water Tubing.

Tempat ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar, dibiayai oleh masyarakat, dan penerima manfaatnya adalah masyarakat. Sebenarnya ini adalah salah satu bagian dari paket Desa Wisata Sawahan.


Wisata Watu Lawang didominasi oleh keberadaan  sungai dan bebatuan, saat musim hujan, air memenuhi bebatuan sehingga cocok digunakan untuk water tubing. Namun jika sedang kemarau, sungai ini cocok dipakai bermain air.

Desa Sawahan kerap didatangi tamu-tamu dari kota yang berkeinginan untuk merasakan sensasi pedesaan. Orang-orang kota meski dipandang lebih baik dari orang desa namun faktnya tidak demikian. Mereka tidak tahu bagaimana cara menikmati hidup. Iya kan?

Oleh karenya, setiap akhir pekan, orang kota mencari tempat baru untuk dikunjungi guna melepaskan penat setelah selama 5-6 hari bekerja tanpa ampun. Bener nggak nih?

Mengetahui potensi tersebut, Pemerintah Desa dan masyarakat bahu membahu untuk menjawab tantangan zaman. Mereka mengubah Desa Sawahan menjadi Desa Wisata dengan berbagai fasilitas, misalnya Home Stay untuk menggantikan peran hotel, paket wisata panen singkong, panen durian, panen manggis serta tempat bermain di alam.

Watu Lawang  punya potensi, oleh karenya, dengan semangat gotong royong, penduduk desa mengubah Watu Lawang menjadi tempat layak dikunjungi. Beberapa fasilitas disediakan untuk memanjakan para pelancong.

Begitu masuk lokasi area, kita akan mendapati tanah lapang multifungsi. Tempat ini bisa dipakai untuk parkir, atau untuk olahraga. Dahulu sebelum Watu Lawang Ramai, tanah lapang tersebut dipakai masyarakat sebagai tempat olahraga bola volly. Ini dia Fotonya


Foto di atas menunjukan lapangan yang belum di kelola menjadi bagian Wisata Watu Lawang. Tampak ada jaring di sekeliling lapangan yang berfungsi sebagai penahan bola volly. Pemandangan di atas tidak bisa kita saksikan lagi, karena semuanya telah berubah.

Sedangkan foto di bawah ini adalah penampakan Watu Lawang sekarang. Papan nama ini diletakkan di barat lapangan. Menunjukkan sebuah identitas wisata yang dengan mudah dikenali oleh para pengunjung.



PROGRAM PEKAN BAHAGIA MIM DUKUH


MIM Dukuh merupakan Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah dasar yang terletak di Dusun Ketro Desa Dukuh Kecamatan Watulimo. Sekolah ini terletak di antara pemukiman warga, tersembunyi dibalik  rerimbunan pohon durian dan manggis.

Nama Kepala Sekolahnya adalah Indra Setiawan, ia dan rekan guru lainnya membuat sebuah program pengembangan anak didik yang anti mainstream. Artinya, tidak semua sekolah memiliki program tersebut. Nama programnya adalah "Pekan Bahagia"



Semangatnya adalah memunculkan karakter anak-anak dengan mengajak mereka belajar langsung di alam sekitar. Membiarkan mereka berteman dengan alam, dan membuat kenangan pada tempat tersebut. Pesan-pesan sakti kerap ia sampaikan kepada anak didiknya, seperti:

"Inilah alam kalian, tempat tinggal kalian, pertahankan tempat ini tetap asri, tetap indah, dan jangan biarkan rusak, karena saat ini kalian sedang membuat kenangan pada tempat ini. Jika rusak, maka yang tersisa dari kalian hanyalah kenangan"

Di sekitar sekolah ada banyak tempat bagus untuk belajar langsung di alam, seperti Banyu Nget, Urang Kambu, Jurug Nanas, Watu Lawang, Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Pantai Cengkrong, Goa Lowo dll.


PEKAN BAHAGIA DI WATU LAWANG


Sesampainya di tempat, kami mendapati siswa-siswi MIM Dukuh sedang bermain outbound di lapangan. Beberapa guru sedang berperan sebagai fasilitator, dan sebagian lain sedang mengawasi dan mengatur murid lain yang sedang tidak bermain outbound.

Keasyikan anak-anak bermain di tempat terbuka membuat saya bergairah untuk ikut mengeksplorasi tempat ini. Rugi banget kan kalau saya tidak mendapatkan bahan tulisan. Ini dia foto-foto yang berhasil mastrigus.com dapatkan.



Wah asyik kan, Geis. Jadi karena pagi harinya saya belum mandi, maka kesempatan ini tidak saya sia-siakan. saya pun ikut berenang di sungai ini. Itung-itung buat menghilangkan daki yang semenjak 2 hari belum dibersihkan. hehehehe. Kapan-kapan kesana  yuk?

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar