Skip to main content

Wahai Orang Tua, Belajarlah Dari Kinder Joy

Pagi-pagi saya mengajak anak ke Alfamart untuk membeli susu dan keperluan lain. Dari rumah, si kecil sudah meminta untuk dibelikan ice cream, dan seperti biasa, jika ia meminta ice cream, maka tidak ada yang bisa menghentikan keinginannya kecuali: menangis sampai bosan atau dibelikan ice cream.

Menyoal ice cream, masih bisa ditolelir sih. Sebagai bapak yang ketika masih kecil jarang-jarang makan ice cream, rasanya tidak elok jika memposisikan keadaan yang sama pada si anak. Toh harga ice cream masih terjangkau, bahkan ada ice cream yang murahnya kebangetan, 2000 dapat 1 dengan rasa yang fantastis. Terima kasih Aice

Yang sebenarnya membuat saya enggan mengajak anak ke Alfamart atau ke Indomart itu adalah dikarenakan ada benda berbentuk telur, terbuat dari plastik dan apabila dibuka isinya bukan putih dan kuning telur melainkan, putih susu dan coklat beserta mainan. Namanya Kinder Joy.

Anehnya, benda tersebut seperti punya daya magis yang mampu membuat anak-anak rela gulung-gulung di lantai hanya karena ingin mendapatkannya. Bahkan rela membrontak orang tua dengan kata-kata yang menyakitkan, misalnya "ayah ndak sayang anak". Hiks.

Seperti cerita pagi-pagi di Alfamart tadi, anak saya yang semula hanya meminta ice cream saja, setelah berada di depan kasir, langsung terkinthilkan oleh sosok benda yang menyerupai telur tersebut. Si kecil langsung auto mewek. Kan malu dilihatin mbak-mbak kasir.

Kalian pasti tahu kenapa kenapa di depan kasir menjadi spot paling horor dibanding spot lainnya.

Telur plastik tersebut berada di depan kasir yang bisa langsung dilihat oleh orang yang berada di depannya, ditambah selalu mendapatkan porsi waktu cukup untuk dapat dilihat oleh pembeli. Ini adalah penempatan bagus yang dirancang oleh manajemen namun dengan mematok harga sewa tinggi, tentunya.

Kenapa penempatan di depan kasir sangat bagus?

Ketika pengunjung toko datang, ia sudah memiliki rencana untuk membeli apa, bagi yang sudah hafal tata letak rak dimana barang tersebut berada, ia langsung mendatangi rak tersebut. Dan bagi yang belum hafal, ia bisa mencari atau tanya langsung kepada penjaga toko.

Namun setiap orang yang berkunjung ke toko lahirnya di bulan maret tersebut (mungkin), selalu mendatangi kasir untuk membayar barang yang hendak dibeli. Dan di sanalah permainan promo by place di mulai.

Jadi begini, gaes. Setiap orang yang berada di depan kasir, jika tidak antri, biasanya langsung dilayani oleh kasir. Saat kasir sedang bekerja menginput daftar belanja kustomer, kita terpaksa harus menunggu sampai total pembayaran keluar, dan saat itulah, tanpa sadar kita "dipaksa" melihat-lihat apa yang ada di sekitar kasir.

Apalagi saat antrian panjang, maka waktu yang kita pakai untuk menunggu tersebut lebih banyak lagi, sudah pasti kita jelalatan ke mana-mana. Bahkan kadang kita melihat box berwarna hitam dan merah dan ada tulisannya Sutra. Apa itu ya?

Bagi anak-anak, waktu untuk melihat-lihat produk menjadi lebih banyak, karena ia tidak punya beban untuk memikirkan pembayaran dan menghadapi kasir. Maka kinderjoy si telur plastik otomatis tertangkap oleh retina si anak-anak dengan baik. Kadang juga terpikat oleh permen cha-cha atau permen big bubble. Kalau coklat sih jarang, kecuali ibunya anak-anak.

Fakta: Anak-Anak Suka Kejutan

Anak-anak memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa, sekaligus anak-anak memang paling suka dengan kejutan. Tahu nggak sih kalau Kinder Joy  ternyata mampu memanfaatkan momen ini dengan sangat baik sebagai value brandednya.

Soal apa isi di dalam telur palsu tersebut, itu soal lain. Di dalamnya sebenarnya sama dengan mainan-mainan kecil lainnya. Semaca kecil saya, mainan kecil ini disebut dakocan, namun dakocan harganya murah meriah lo, kalau Kinder Joy?. Ia tidak lebih menarik dari kejutannya itu sendiri, tidak lebih menarik dari rasa penasaran tentang "apa ya yang ada di dalam telur tersebut?". Faktnya, setelah anak saya membuka telur tersebut, ia tidak lagi peduli pada dakocannya.

Mengerikan memang, tentang fakta bahwa Kinder Joy lebih mampu menarik hati anak-anak ketimbang orang tuanya sendiri, membuat banyak orang tua, terutama ibu-ibu menjerit hatinya. Bagaimana tidak, dengan sekali beli, ia akan lebih banyak membuat anak-anak penasaran.

Iya kalau yang dibeli 1, kalau anaknya banyak dan setiap mereka ingin, apa ndak nggreges rasanya. Saya benar-benar merasakannya sendiri. Bukan sekali, tapi berulang-ulang-ulang dan diulang kali.

Pernah suatu ketika saya protes kepada kasir, "mbak bisa nggak ya Kinderjoy disingkirkan saja dari depan sini, saya menderita banget nih". Saking kezelnya melihat anak glundungan di depan kasir.

Kasirnya senyum-senyum sendiri, lantas menjawab "maaf ya mas, pihak kinderjoy nyewanya di sini to, kami hanya kasir doang, maaf banget". Ini bukti bahwa jeritan konsumen tidak lebih penting dari sewa mahal yang mampu dibayar oleh Kinder Joy. Kalian jahat banget siiiih.

Belajarlah Dari Kinderjoy

Namun sekezel-kezelnya saya pada Kinder Joy, masih tetap ada hikmah yang bisa saya ambil. Oke Kinder Joy memang menyebalkan, tapi ia bisa menjadi inspirasi untuk mendapatkan inspirasi bagaimana saya bisa menyenangkan anak.

Seperti yang telah saya tulis di atas, bahwa anak-anak suka kejutan dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Lalu kenapa itu tidak kita manfaatkan saja menjadi sesuatu yang lebih membahagiakan bagi mereka. Alih-alih bisa mengurangi kecanduan mereka pada Kinder Joy.

Jangan-jangan nih, menariknya Kinderjoy bagi anak-anak adalah bukti bahwa kita sebagai orang tua abai terhadap kebahagiaan anak. Ingat lo ya, anak-anak tidak selalu butuh barang mewah kok, sekelas dakocan di dalam Kinder Joy saja sebenarnya sudah cukup membuat mereka merasa senang.

Jangan-jangan kita ini adalah orang tua yang gagal memberikan kejutan pada anak, sekaligus abai terhadap kepentingan mereka sebagai anak-anak. Sangat tidak bagus kalau sampai kita menjadi orang tua yang durhaka, seperti dawuhnya Gus Bahak.

Maka, mulai sekarang, cobalah berpikir untuk memberikan kejutan kepada anak-anak meski dengan hadiah yang sederhana. Jangan lupa supaya lebih banyak menimbulkan efek wow bagi mereka, bungkuslah dengan sesuatu yang membuat penasaran.

Tidak perlu membugkusnya seperti kotak pandora kok, yang penting barang yang akan kita berikan tidak langsung terlihat dengan jelas. Dengan cara ini mungkin kita bisa mengurangi tingkat adiktif anak pada Kinderjoy.

Ini ceritaku soal Kinder Joy, mana ceritamu.


Newest Post
HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar