Ketapang Kita Sudah Tumbuh Kawan


Masih ingatkah kah kawan, beberapa bulan yang lalu tepatnya tahun 2014 kita pernah menginisiasi penanaman Pohon Ketapang di area pesisir Pantai Simbaronce, ratusan tangan ikut dalam menggali dan meletakkan pohon-pohon mungil ketapang yang baru saja melihatkan daun-daunya yang hijau, ya kita kawan. Sekumpulan para pemuda pecinta alam yang bernama NIPONK.

Tentu kalian masih ingat bagaimana hujan menyapa kita sesaat sebelum berangkat kearea pantai, dengan berkendara Truck dan Pickup kita meluncur bersama sambil menyanyikan lagu lagu pejuang yang mungkin saat ini sudah mulai terlupakan. Meskipun air hujan itu dingin namun tidak memadamkan api semangat kita yang sudah berkobar sebulan lamanya, jika bukan karena kita adalah kaum pecinta alam, tentu kegiatan ini tidak bermakna sedikitpun.

Berapa uang yang kita keluarkan untuk mengajak adik adik yang masih sekolah di SMP dan SMA agar mereka riang mengikuti apa yang telah kita rencanakan? dan berapa uang yang telah kita keluarkan untuk menyiapkan segalanya, dari urusan perizinan dan membuat kaos peserta agar tambah senang untuk ikut? saya rasa sudah banyak yang telah kalian keluarkan mengingat pemasukan dari pecinta alam tidak lain dari masing masing kantong anggota.

Sungguh naif apa yang kita lakukan ini kawan, mengingat Dinas Pariwisata yang cuma mesam mesem sambil melihat dengan sebelah mata, melotot apa yang kita akan kita kerjakan, dengan tanpa mengeluarkan uang bantuan sekedarnya untuk membeli aqua agar rasa haus pemuda loyal macam kita ini, kalian tau, hasil yang akan diterima oleh kegiatan ini semestinya berpihak kepada DINAS PARIWISATA. Namun mereka tidak peduli kawan, saya beritahu kepada kalian, mereka itu bukan orang orang bermental pemberdaya, mereka hanyalah sekumpulan orang yang menerima gaji saja.

Saya dan kalian tentunya salut kepada bapak-bapak tentara itu, yang dulu membawa cangkul bersama kita dan ikut menanam ketapang di sekitar pesisir Simbaronce agar para turis turis itu tidak kepanasan saat berkunjung di pantai yang terletak dekat dengan tempat tinggal kita.  

Namun sudahlah, itu masa lalu saja kawan, meskipun kita dulu sempat uring uringan, namun lihatlah sekarang, pagi tadi saya berkunjung di pantai simbaronce, dengan niatan ingin menengok hasil karya kita dulu, betapa bahagia hati ku ketika melihat, Pohon-Pohon Ketapang kita sudah tumbuh dengan cepatnya. daun-daunnya sudah lebar, pohon-pohonya sudah mulai berotot, dan label yang pernah kita berikan masih tetap utuh. Tentu kalian juga senang bukan.

Meskipun ada sebagian ketapang yang kalah berjuang dengan ilalang ataupun gulma gulma pesisir, dan juga kalah bersaing dengan para penghuni yang ada disana, namun ketapang kita masih akan tetap tumbuh, mengikuti hembusan angin pantai dan kucuran air hujan dari Sang Penguasa.

Jika nanti kita sudah siap lagi, tidak ada salahnya kita kembali kesana untuk membelai kembali ketapang ketapang malang kita, agar tetap semangat dalam mengarungi kehidupan di pantai watulimo yang seakan dibiarkan oleh para pemegang kekuasaan untuk di lestarikan serta di upayakan untuk menjadi asri kembali.

Semangatlah jiwa jiwa pejuang NIPONK. cintai alam Trenggalek seperti cinta ibu kepada dirimu.


Disqus Comments