Skip to main content

follow us

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mencoba handphone kalangan menengah ke atas seharga 5 juta kurang sedikit. Namanya Vivo V11 Pro. Melihat dari spesifikasi yang ditawarkan oleh si vendor, handphone ini memang tergolong mewah. Mulai dari memori internal, kamera, fitur sidik jari yang tertanam di layar serta RAM yang tergolong akbar (besar).

Mulanya saya tidak berniat membeli gadget mewah ini, karena untuk ukuran harga, bagi saya tidak masuk budget. Hanya saja saya diberi pilihan untuk membelanjakan uang sebesar 5 juta untuk membeli gadget. Supaya pas, akhirnya saya memilih Vivo V11 Pro.

Untuk RAM, handphone ini dijejali Random Access Memory sebesar 6 GB, saya yakin performance bakal kece abis, dan faktanya benar, ketika saya gunakan untuk bermain game ukuran besar, tidak ada sedikitpun lag (tersendat) pada prosesnya.

Ukuran Ram 6Gb, Lega Banget!

Saat memakai Xiaomi Redmi 4X yang memiliki ukuran RAM 2 Gb saja saya sudah merasa puas. Apalagi yang berukuran 6 Gb. Sungguh sesuatu yang tidak bisa dibandingkan begitu saja. Selain sangat fast dipakai bermain game, HP ini juga sangat enak digunakan untuk multitasking. Membuka beberapa aplikasi secara bersamaan, tidak menemukan kendala apapun. Jadi ini adalah HP dengan performance kecepatan cahaya. Lebay.

Ukuran Ram sangat berpengaruh pada kecepatan kinerja gadget. Semakin besar, semakin banyak fungsi yang bisa dijalankan, sedangkan jika semakin kecil, fungsi aplikasi yang bisa dijalankan juga semakin cekak. Untuk itu, saya menilai bahwa Vivo V11 Pro sudah sangat wow. Laptop saya saja Ramnya cuma 2 Gb lo. hihihihi.

Sidik Jari Tertanam Di Bawah Layar Amolet

Ini yang membuat saya sering merasa norak, setiap kali handphone terkunci, saya ingin segera cepat-cepat membukanya. Ini karena saking asyiknya menyentuh layar untuk membuka kunci. Bahkan kalau tidak segera terkunci, saya sering menguncinya dan membuka dengan layar pengenal sidik jar tersebut.

Ini tentu lebih keren, karena di Indonesia, Vivo V11 Pro adalah gadget yang mengawali keistimewaan pengenal sidik jari di bawah layar amolet. Saat memakai Xiaomi Redmi 4X, untuk membuka kunci menggunakan sidik jari, kita harus mencarinya di bagian belakang. Sama halnya dengan gadget besutan Oppo, belum secanggih fitur ini.

Oh yes, Vivo V11 Pro tidak memakai layar berbahan LCD namun memakai layar amolet. Menurut pengalaman, layar ini lebih ramah terhadap mata, pun kedalaman warna sangat terasa di layar ini. Kelebihan lainnya adalah, kita bisa memandangi layar dengan jelas, meski saat di bawah cahaya matahari langsung. Ini berbeda dengan jenis layar LCD.

Tapi untuk detail warna, tampaknya saya lebih terbiasa dengan LCD, karena beberapa kali saya menemukan tampilan gambar di layar amolet, yang tidak sejelas saat berada di LCD.  Meski untuk kedalaman warna, jelas amoletlah yang menang.

Fitur Pembuka Kunci yang Beragam, Infrared Pengenalan wajah Bekerja Optimal Meski Minim Cahaya

Memang sih, kita bisa membuka layar kunci dengan pengenalan sidik jari di layar depan. Namun, untuk urusan membuka kunc di Vivo V11 Pro, bukan itu saja yang bisa digunakan. Ada beragam cara yang bisa kita pakai, seperti:

Pengenalan Wajah Kamera Depan

Yes, fitur ini cukup membantu saya dalam membuka layar kunci, misal saat tangan sedang basah (akibat keringat). Saya cukup menghadapkan handphone pada wajah, dan ia akan terbuka sendiri, tanpa menyentuhnya. Namun untuk bisa memakai fitur ini, kita harus melakukan beberapa konfigurasi.

Yang membuat saya takjub lagi adalah, meski saat saya berada di ruang gelap, fitur ini tetap bekerja secara optimal. Di dalam gelap, saya bisa melihat lampu merah berkedip dua kali, tepatnya berada di layar kanan atas. Sesaat setelah berkedip, layar terbuka dengan sendirinya.

Saya menduga (karena saya tidak tahu) bahwa ini adalah kombinasi antara kamera dengan infra red yang bertugas untuk mengenali wajah. Sehingga memudahkan user untuk mengakses handphone tanpa melakukan sentuhan. Ajib banget pokoknya.

Kamera Selfie Dengan Kecerdasan Buatan (AI)

Beberapa gadget harga lumayan mahal sudah dibekali dengan fitur ini. Namun sayangnya, saya tidak terlalu suka selfie, pun hasil dari jepretan kamera mode AI membuat saya menjadi tidak PD. Kenapa bisa begitu?

AI mengenali bahwa bibir semburat seharusnya dimerahkan, dan ketika saya melakukan itu, yang terjadi adalah, hasil jepretan kamera seakan membuat saya sedang memakai lipstik. Kan ndak lucu to, secara saya ini adalah lelaki tulen yang tidak ingin terlihat cantik. Kalau ada lelaki memiliki bibir merah seperti opa-opa korea, apa ndak auoto bencis.

Meski demikian, untuk hasil jepretan lain semacam foto pemandangan, saya sudah cukup puas. Pasalnya, karena warna yang dihasilkan lebih rapat dan dalam, membuat hasil jepretan menjadi lebih hidup. Kalau tidak percaya silakan lihat hasilnya di postingan ini: Pemandangan Puncak GL.

Fast Charging, Cara Cepat Mengisi Daya Baterai

Saya ini manusia nomaden yang tidak betah berlama-lama duduk disatu tempat, sehingga membuat saya tidak sempat untuk melakukan charging berkala. Beruntung Vivo V11 Pro sudah dibekali double power sehingga lebih cepat dalam pengisian daya baterai.

Namun syaratnya, keistimewaan ini bisa digapai jika charging yang digunakan sudah support fast charging. Kalau charger biasa, tidak bisa melakukan ini. 

Dari Isi baterai 0% hingga 100%, saya hanya butuh waktu 0.5 s/d 1 jam. Ini sangat mengefisienkan proses pengisian daya baterai.

Nah, mungkin itu dulu yang saya bagikan kepada pemirsa semua. Ini adalah artikel perdana yang mengulas tentang hp merk Vivo. Semoga bermanfaat bagi kalian. Jika ada kesalahan mendiskripsikan perihal Vivo V11 Pro, mohon maaf, mohon dibetulkan melalui kolom komentar. 

ARTIKEL KEREN LAINNYA:

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Mas Trigus. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal atau Pulsa.
Buka Komentar